wanita biasa, yg ingin bahagia | Cuma kumpulan kopi paste, mengikat ilmu, kalo lupa tinggal nyari =)


Sabtu, 10 Oktober 2009

Naufal Deklamasi

Tahu deklamasi kan? deklamasi tuh, baca puisi tanpa teks. hapalan gtu.... nah, tanpa ibu sadari (ceile...) ternyata naufal punya bakat deklamasi. berhubung sekarang aura auranya masih aura hari pahlawan, naufal mo deklamasi puisinya Chairil Anwar yang Kerawang Bekasi. perhatiin baik baik mulut naufal yang komat kamit. dengerin y...

*TRANSLATE

KRAWANG-BEKASI

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi

tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi.

Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,

terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.

Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa

Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan

Tapi adalah kepunyaanmu

Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan

atau tidak untuk apa-apa,

Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata

Kaulah sekarang yang berkataKami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kamiTeruskan, teruskan jiwa kami

Menjaga Bung Karno

menjaga Bung Hatta

menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat

Berikan kami arti

Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kamiyang tinggal tulang-tulang diliputi debu

Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

SmileyCentral.com

Pengunjung yang Baik, Kasih komen donk!!! hehehe.....