wanita biasa, yg ingin bahagia | Cuma kumpulan kopi paste, mengikat ilmu, kalo lupa tinggal nyari =)


Selasa, 11 Februari 2014

jahitan

INI TULISAN JADI DRAFT BERTAHUN TAHUN
gak pernah di publish, karena merasa belum bikin ending yang bagus
lama2 tak pikir, publish sajalah. endingnya nyusul
wekekekekekeke... toh sampai sekarang. ceritanya belum berakhir
banyak kisah yg terjadi. & belum tertuliskan

====

dulu ketika penjahit msh 2 orang. semua dikerjain sendiri, beli kain, benang, segala tetek bengeknya. sehari bs muter 2x. ada aja yg kelupaan. keliling mataram, dari satu toko k toko yg lain. soalnya sy yg sarjana arsitektur ini nol putul ttg jahitan. pun, pendatang di mataram. lengkaplah sudah butanya. tidak tahu, mana toko yg jualan kain paling murah. pokoknya semua toko yang memajang kain, HARUS didatangi. ditanyain.
begitupula dengan toko yang jual peralatan jahit.

bermodal bismillah, dengan bersepa motor, menembus hujan, dengan bangkelan segunung di jok belakang, berdoa semoga gak ada yg jatuh sampai d rumah.
suami tahu? jelas tidak. wong saya belanja sendiri. suami ngantor
saya cm bisa desain, jahit g bisa. browsing sana sini, cari tips menjahit. beli buku sana sini. mencari ide sana sini.

alhamdulillah, setahun sudah, sekarang punya workshop sendiri. setelah sebelumnya menjahit d garasi rumah, kemudian merangsek ke ruang tamu, ruang keluarga, & kamar cadangan.
bayangkan betapa sumpeknya rumah saya. isinya cuma kain, kain, kain, kain, mesin jahit, mesin jahit, mesin jahit =p

agen datang pergi silih berganti, saya tak ambil pusing. saya harus fokus di desain, produksi, berusaha agar produk semakin baik