wanita biasa, yg ingin bahagia | Cuma kumpulan kopi paste, mengikat ilmu, kalo lupa tinggal nyari =)
Minggu, 25 Maret 2012
Rabu, 07 Maret 2012
DONGENG bunda Wati
Dear mama Aby and all
thx buat semua yang sudah membantu mama Aby
saya boleh nimbrung - boleh ya dongeng sedikit
semua anak (termasuk kalian ketika kecil dulu) - pasti pernah pilek
Nah pileknya apa nih?
common cold - kan ya
Sudah baca kan guideline common cold?
1. Penyebabnya virus
Oleh karena itu - TIDAK ada obatnya
Juga tidak perlu mengkonsumsi apa yang sering dikalim sebagai "anti virus"
Virus kan self limiting
2. Bahayakah?
Kalau kita baca di mayoclinic, disebutkan - balita memang kerap
mengalami ISPA virus (common cold, influenza)
Namun ... penyakit nya balita umumnya ringan, self limiting (sembuh
sendiri) ... bahkan merupakan salah satu mekanisme untuk menstimulasi
sistem imun si anak
Nanti di atas usia 6-7 tahun, anak mulai jarang "sakit" karena daya
tahan tubuhnya sudah kuat
3. Bagaimana menanganainya? Kan kasihan - gak bisa tidur - susah nenen
- gak mau makan - gelisah - dst dst
Biasanya itulah yang dikeluhkan para Ibu
Solusinya sebetulnya sederhana, gendong, peluk, tidurkan tengkurap di
dada kita, menyusu lebih sering tetapi dengan porsi kecil-kecil (small
frequent feeding)
kalau demam, rewel luar biasa, boleh berikan parasetamol
TITIK!
Maksudnya?
ya tidak perlu dan please jangan berikan obat batuk atau obat pilek
(sudah sering ya dibahas di milis - silakan lihat meta-analisisnya di
Cochrane)
Selain tidak terbukti efektif, risiko efek sampingnya besar
Di negara maju, sudah dilarang memberikan obat pilek batuk buat anak
kurang dari usia 6 tahun
Naaah ---- ketika cc nya tidak bahaya vs obatnya yang potensial ada
risiko efek samping ... hayooo ... kasihan yang mana?
Kalau boleh usul - kita re-set mind set kita terkait "kasihan" dan "gak tega"
Ingusnya kental?
Kan kalau mau sembuh memang harus lewat fase itu
Kan ingus sih pasti keluar ....
Kan ingus tidak bahaya ya ...
butuh NaCl
saya sudah sering posting
sebetulnya, gak dikasih NaCl juga gak papa
NaCl tidak mempercepat penyembuhan
NaCl tidak membantu meringankan "derita" si anak
Kalian pernah kah saat cc - pakai NaCl, Breathy, atau Sterimar dll?
Enak kah rasanya?
Nyaman kah?
saya pribadi - tidak pernah membeli tetes hidung di atas
Gak enak lho rasanya ketika hidung ditetesi NaCl dkk tsb
Ngamuk deh (kayak anaknya Inta ya hehehe)
Dear all
ada hal yang memang sejatinya "complex" (mis, tes darah, mencurigakan
thalassemia, lalu Hb analisis - normal; apakah yakin bukan trait
thalassemia? kok MCV nya kecil banget? Apakah perlu uji DNA untuk
singkirkan thalasemia alfa - lihat kasus mbak nonik andya-c) -
Contoh lain yang bisa gak mudah: menegakkan diagnosis ISK - ketika
urin sample di Indonesia kan tidak pernah di "collect" dengan kateter
... apalagi SPA - tidak pernah kan
tetapi banyak hal yang memang sejatinya sederhana - sejatinya "crystal clear"
salah satunya ya ISPA cc ini
Jadi teringat saat di-interview Pak Wimar Witoelar
Beliau "nyamber"
"bu, orang Indonesia tuh memang suka kepingin canggih tetapi tidak
pada tempatnya"
lalu beliau kasih contoh al soal pemakaian suplemen dll
Kadang saya juga suka tercenung
Heran dan bingung
Mengapa sulit sekali buat sebagian besar parents di indonesia untuk
menerima kenyataan bahwa ... ada banyak penyakit yang memang tidak ada
obatnya - atau - tidak butuh obat.
Ketika - pasien expat saya di Jakarta - tenang-tenang saja anagknya
bumpet meler batuk dan demam
weel - here we go again docs
my kids been having this viral infection on and off
seems that the virus is moving circling around us - hahaha
gitu katanya ...
Orang kita?
susah terima bahwa bener2 nih gak ada obatnya? (sounds too simple?)
Jadi didiemin aja?
saya: ya gak didiemein lah Bu
kan dirawat, digendong, ditelateni minumnya, di mpuk mpuk, dipijet dll dll
Tentunya sambil diobservasi
Tidak ada obat= didiemin (buat sebagian parents - hopefully bukan
parents di milis sehat, kan sudah belajar EBMnya cc)
Jadi ... kalau boleh kembali mengingatkan
Kita kan di milis ini belajar perihal RUM - perihal tatalaksana yang
appropriate (EBM); bukan anti obat, bukan anti antibiotik, bukan anti
rawat inap dll
1. RUM is about protecting patients from over-under-mistreatment
2. RUM is about appropriate treatment (5 pillars of appropriateness) incl COST
3. RUM should be implemented based on evidence (EBM) by being
compliance to associated guideline (kalau cc ya sesuai guideline CC nya)
4. Kalau masih penasaran, coba oprek cochrane - ada kah meta-analisis
tetes hidung NaCl or air garam ini?
terakhir
mohon maaf jika tak berkenan
Sekedar ikut curhat kegundahan melihat sulitnya kita menerima sesuatu
yang sifatnya "sederhana"
Padahal - mengutip Steve Jobs almarhum
Simplicity is the ultimate sophistication
kalau baca biografinya beliau
luar biasa bagaimana dia meraih cita-cita yang diupayak "sarat
perfection" tetapi simple and full of purity
selamat tidur
(masih mau utak atik slide jogja dan slide pesat sekolah AlJabr)
sekali lagi
maaf jika tak berkenan
maaf juga dongengnya rada panjang hehehe
wati
thx buat semua yang sudah membantu mama Aby
saya boleh nimbrung - boleh ya dongeng sedikit
semua anak (termasuk kalian ketika kecil dulu) - pasti pernah pilek
Nah pileknya apa nih?
common cold - kan ya
Sudah baca kan guideline common cold?
1. Penyebabnya virus
Oleh karena itu - TIDAK ada obatnya
Juga tidak perlu mengkonsumsi apa yang sering dikalim sebagai "anti virus"
Virus kan self limiting
2. Bahayakah?
Kalau kita baca di mayoclinic, disebutkan - balita memang kerap
mengalami ISPA virus (common cold, influenza)
Namun ... penyakit nya balita umumnya ringan, self limiting (sembuh
sendiri) ... bahkan merupakan salah satu mekanisme untuk menstimulasi
sistem imun si anak
Nanti di atas usia 6-7 tahun, anak mulai jarang "sakit" karena daya
tahan tubuhnya sudah kuat
3. Bagaimana menanganainya? Kan kasihan - gak bisa tidur - susah nenen
- gak mau makan - gelisah - dst dst
Biasanya itulah yang dikeluhkan para Ibu
Solusinya sebetulnya sederhana, gendong, peluk, tidurkan tengkurap di
dada kita, menyusu lebih sering tetapi dengan porsi kecil-kecil (small
frequent feeding)
kalau demam, rewel luar biasa, boleh berikan parasetamol
TITIK!
Maksudnya?
ya tidak perlu dan please jangan berikan obat batuk atau obat pilek
(sudah sering ya dibahas di milis - silakan lihat meta-analisisnya di
Cochrane)
Selain tidak terbukti efektif, risiko efek sampingnya besar
Di negara maju, sudah dilarang memberikan obat pilek batuk buat anak
kurang dari usia 6 tahun
Naaah ---- ketika cc nya tidak bahaya vs obatnya yang potensial ada
risiko efek samping ... hayooo ... kasihan yang mana?
Kalau boleh usul - kita re-set mind set kita terkait "kasihan" dan "gak tega"
Ingusnya kental?
Kan kalau mau sembuh memang harus lewat fase itu
Kan ingus sih pasti keluar ....
Kan ingus tidak bahaya ya ...
butuh NaCl
saya sudah sering posting
sebetulnya, gak dikasih NaCl juga gak papa
NaCl tidak mempercepat penyembuhan
NaCl tidak membantu meringankan "derita" si anak
Kalian pernah kah saat cc - pakai NaCl, Breathy, atau Sterimar dll?
Enak kah rasanya?
Nyaman kah?
saya pribadi - tidak pernah membeli tetes hidung di atas
Gak enak lho rasanya ketika hidung ditetesi NaCl dkk tsb
Ngamuk deh (kayak anaknya Inta ya hehehe)
Dear all
ada hal yang memang sejatinya "complex" (mis, tes darah, mencurigakan
thalassemia, lalu Hb analisis - normal; apakah yakin bukan trait
thalassemia? kok MCV nya kecil banget? Apakah perlu uji DNA untuk
singkirkan thalasemia alfa - lihat kasus mbak nonik andya-c) -
Contoh lain yang bisa gak mudah: menegakkan diagnosis ISK - ketika
urin sample di Indonesia kan tidak pernah di "collect" dengan kateter
... apalagi SPA - tidak pernah kan
tetapi banyak hal yang memang sejatinya sederhana - sejatinya "crystal clear"
salah satunya ya ISPA cc ini
Jadi teringat saat di-interview Pak Wimar Witoelar
Beliau "nyamber"
"bu, orang Indonesia tuh memang suka kepingin canggih tetapi tidak
pada tempatnya"
lalu beliau kasih contoh al soal pemakaian suplemen dll
Kadang saya juga suka tercenung
Heran dan bingung
Mengapa sulit sekali buat sebagian besar parents di indonesia untuk
menerima kenyataan bahwa ... ada banyak penyakit yang memang tidak ada
obatnya - atau - tidak butuh obat.
Ketika - pasien expat saya di Jakarta - tenang-tenang saja anagknya
bumpet meler batuk dan demam
weel - here we go again docs
my kids been having this viral infection on and off
seems that the virus is moving circling around us - hahaha
gitu katanya ...
Orang kita?
susah terima bahwa bener2 nih gak ada obatnya? (sounds too simple?)
Jadi didiemin aja?
saya: ya gak didiemein lah Bu
kan dirawat, digendong, ditelateni minumnya, di mpuk mpuk, dipijet dll dll
Tentunya sambil diobservasi
Tidak ada obat= didiemin (buat sebagian parents - hopefully bukan
parents di milis sehat, kan sudah belajar EBMnya cc)
Jadi ... kalau boleh kembali mengingatkan
Kita kan di milis ini belajar perihal RUM - perihal tatalaksana yang
appropriate (EBM); bukan anti obat, bukan anti antibiotik, bukan anti
rawat inap dll
1. RUM is about protecting patients from over-under-mistreatment
2. RUM is about appropriate treatment (5 pillars of appropriateness) incl COST
3. RUM should be implemented based on evidence (EBM) by being
compliance to associated guideline (kalau cc ya sesuai guideline CC nya)
4. Kalau masih penasaran, coba oprek cochrane - ada kah meta-analisis
tetes hidung NaCl or air garam ini?
terakhir
mohon maaf jika tak berkenan
Sekedar ikut curhat kegundahan melihat sulitnya kita menerima sesuatu
yang sifatnya "sederhana"
Padahal - mengutip Steve Jobs almarhum
Simplicity is the ultimate sophistication
kalau baca biografinya beliau
luar biasa bagaimana dia meraih cita-cita yang diupayak "sarat
perfection" tetapi simple and full of purity
selamat tidur
(masih mau utak atik slide jogja dan slide pesat sekolah AlJabr)
sekali lagi
maaf jika tak berkenan
maaf juga dongengnya rada panjang hehehe
wati
Minggu, 25 Desember 2011
mikir
bismillah.....
hm.... sy bikin akun mp ini tujuannya cuma 1. untuk mengikat ilmu, g ada keinginan untuk mengajak, mempengaruhi orang lain untuk sepemikiran dg saya. bisa dicek, kontak saya cuma berapa. 38. itupun bukan sy yg add. tapi mereka
jujur, kehidupan saya bisa dikatakan banyak di dunia maya. sy tidak terlalu banyak berinteraksi sosial dg tetangga. tujuannya tak lain & tak bukan, mengurangi gesekan. krn cara mereka hidup, jauh berbeda dg saya. sebenarnya sih gatel mo komen. tapi, yg namanya hidup d perantauan, maka tetangga mjd saudara. harus berbaik baikan =D
d dunia maya ini sy banyak belajar. sangat, dr ilmu kesehatan, parenting, pernikahan dan lain lain. yg sy rasa paling terasa adalah ilmu menghargai perbedaan =) hal remeh temeh yg bisa menjadi bola api yg besar jk slg tdk menghargai. menurutku sih, yg penting ilmunya. dasar apa yg membuat kita memilih hal itu. bukan sekadar mbebek wek wek wek.
slain itu, sy juga sdh jenuh dg yg namanya mempermasalahkan perbedaan. hahahahahahaha...... udah kenyang jaman kuliah dulu. klo g sama rasanya gimanaaaaa gtu =p
kayak sekarang, yg lg hot & rame di kalangan ibu ibu adalah jilbab trendi vs jilbab syari, imunisasi vs anti imunisasi, penambahan nama suami d belakang nama sendiri vs nama kunyah, & desember ini yaaaa pengucapan selamat natal. saya sih sdh punya keputusan sendiri, tapi tetep, menghormati perbedaan adl yg plg utama. ya contohnya perkara jilbab, drpd mempermasalahkan bentuknya, mending yg dimasalahin adl yg belom pake. tapi tetep ya, ngingetinnya pake cara yg santun ^^ . & jangan bikin perbandingan, mending g berjilbab tapi hatinya baek, drpd berjilbab tapi hatinya jelek. hahahahahahahaha.... pliss deh. Allah menghitung dosa masing masing. g berjilbab ada dosanya. hatinya jelek jg ada dosanya.
Sabtu, 24 Desember 2011
KULTWIT @salimafillah ttg perbedaan khilafiyah ucapan selamat natal
45. Maka dengan ilmu memadai, mari beramal terbaik bagi iman kita pada Allah, bagi misi kita sebagai ummat terbaik di tengah manusia. #Natal
44. Sebab itu; para 'Ulama mengistilahkan beda pendapat Fiqh dalam dimensi SHAWAB (tepat) & KHATHA' (keliru), bukannya HAQ & BATHIL. #Natal
43. Mengamalkan atau tak mengamalkan; jauh lebih ringan dari soal menghalalkan & mengharamkan; karena ia adalah haq Pembuat Syari'at. #Natal
42. Dan adalah dosa; mengatasnamakan 'ulama tuk haramkan sesuatu; padahal mereka tidak; cermati misalnya Fatwa MUI ini: media.isnet.org/antar/etc/Nata…
41. Kata Abu Hanifah; yang terpenting BUKAN mengamalkan pendapat kami atau tidak. Melainkan mengetahui bagaimana kami menetapkannya. #Natal
40. Akan ada juga yang hajatkan fatwa Al 'Utsaimin pada posisi memelihara 'izzah agama. Misalnya Raja KSA sebagai Khadimul Haramain. #Natal
39. Akan ada yang menghajatkan fatwa Al Qaradlawy & Az Zarqa, al; di wilayah muslim minoritas, keluarga majemuk nan erat hubungan dll #Natal
38. Ikhtilaf ahli ilmu insyaaLlah menjadi kemudahan bagi kita untuk beramal yang tak sekedar benar, melainkan juga tepat & cerdas. #Natal
37. Dengan jernih hati & mengukur kapasitas diri, kita bisa mempertimbangkan kedua-duanya. Ada keadaan-keadaan yang harus dicermati. #Natal
36. Bagaimana sikap atas beda fatwa ucapan #Natal? Kata Asy-Syafi'i, Al Khuruj minal Ikhtilaafi Mustahabb: keluar dari selisih itu disukai.
35. Lajnah Fatwa KSA&Al Utsaimin menjawab di negeri yang nyaris tiada Nasrani. Al Qaradlawy&Az Zarqa berfatwa tuk masyarakat majemuk. #Natal
34. Ulamapun berfatwa sesuai konteks di seputarnya, tentu ada perbedaan lingkungan sosial nan melatarbelakangi fatwa nan tak sama. #Natal
33. Jadi ikhtilaf 'Ulama terkait tahni-ah #Natal ini ada di ranah pemaknaan kalimat ucapan tersebut. Masing-masingnya lalu mengajukan dalil.
32. Adapun Al 'Utsaimin, Lajnah Fatwa KSA, dll cenderung mengharamkan tahni-ah #Natal tersebab hal itu sama dengan meridhai 'aqidah keliru.
31. Dr. Abdussattar memberi catatan kemubahan tahni-ah #Natal ini dengan kehati-hatian memilih diksi. Doa menuju hidayah lebih dianjurkan.
30. Maka tahni-ah #Natal yang diikuti komunikasi intensif sebagaimana dilakukan Ibrahim pada penyembah bintang, bulan, mentari adalah indah.
27. Yang membolehi selamat #Natal al Dr. Musthafa Az Zarqa, Dr. Yusuf Al Qaradlawy; menyebut tahniah tak terkait dengan ridha atas 'aqidah.
26. Jika keterlibatan dalam kegiatan #Natal nan bersifat ibadah & ritual disepakati haramnya, para 'ulama ikhtilaf pada soal ucapan selamat.
25. Yang disepakati para 'ulama atas keharamannya adalah keterlibatan dalam segala yang bernilai ritual & ibadah. Pun jua Fatwa MUI. #Natal
24. Sungguh, agama ini memerintahkan untuk membalas tiap pemuliaan dengan penghargaan yang lebih baik, minimal senilainya. (QS 4: 86) #Natal
23. Tinggal kini, dalam hasrat hati tuk membalas penghormatan yang kalian berikan di 'Idul Fitri & Adhha, kami kan simak para 'ulama. #Natal
22. Tentu tradisi ribuan tahun dengan salju & cemara, pohon sesembahan pagan Eropa itu tak bisa kami paksa untuk diubahkan seenaknya. #Natal
21. Itulah awal-awal yang membuat kami berat hati untuk ucapkan Salam #Natal. Ini harinya Janus & Mitra. Bukan harinya 'Isa, kawan terkasih.
20. Sayangnya, hampir seluruh gereja sudah menyepakatinya, sampai seorang Sejarawan memelesetkan 'Son of God' sebagai 'Sun of God'. #Natal
19. Sungguhpun ingin rasanya syukuri lahirnya Rasul Ulul 'Azmi nan teguh hati; 'Isa, agak tak nyaman hati kami dengan hari pagan ini. #Natal
18. Maafkan jika menyinggung hati, tapi sungguh telah ditulis para Sejarawan, 25 Des itu hari kelahiran Janus & Mitra, Dewa Matahari. #Natal
17. Sebab Maryam nan sungguh berat ujiannya itu bersalin di saat kurma masak penuh tandannya. Kemungkinan itu Maret, bukan Desember. #Natal
16. #Natal ini, kalian rayakan kelahiran 'Isa yang agung; tapi bagi kami tanggal 25 Desembernya agak membuat terkerut dahi bertanya-tanya.
15. Saudara Nasrani terkasih; kami mencintai 'Isa, Nabi & RasulNya. Ruh & kalimatNya, yang ditiup-tumbuhkan dalam rahim suci Maryam. #Natal
14. Termulialah 'Isa nan bicara dalam buaian. Salam sejahtera baginya di saat lahir, kelak diwafatkan, & nantinya dibangkitkan. (QS 19: 33)
13. Termuliakanlah 'Isa dengan penciptaan & kelahiran nan ajaib yang bagi kami begitu agung sebagaimana penciptaan Adam. (QS 3: 59). #Natal
12. Ini sungguh bukti bahwa Allah, Nabi, & Al Quran kami mengajarkan pemuliaan nan mengharukan pada Maryam & 'Isa yang tiada duanya. #Natal
11. Najasyi Habasyah & Uskup-uskupnya, juga para Patriarkh Najran menitikkan airmata, dibacakan Surat Maryam. Berkenankah kalian jua?#Natal
10. Izinkan jua kami, membaca dengan berkaca-kaca betapa indah Surat dalam Quran yang berjudul Maryam. Gadis tersuci sepanjang zaman. #Natal
9. Dalam keberbedaan itu, izinkan kami tetap mencintai 'Isa & Maryam, meski kami tak bisa memohon kalian mentakjubi Muhammad. #Natal
8. Tetapi kami insyafi sepenuhnya, yakin di dada tak bisa dipaksakan. Kami hormati segala nan tak bisa dipertemukan. (QS 109: 6). #Natal
7. Maka inilah kita mencari titik singgung iman demi kebersamaan; itulah pengakuan ke-Ilahi-an Allah tanpa persekutuan. (QS 3: 64). #Natal
6. Bagaimanapun, selama kita tak saling memerangi & usir-mengusir tersebab iman, tak terlarang kita saling berkebajikan. (QS 60: 8). #Natal
5. Tapi mungkin memang sudah tabiat 'aqidah, satu sama lain tak rela jika kita tak serupa dalam agama secara sepenuhnya. (QS 2: 120). #Natal
4. Sungguh adanya kerahiban jadikan kalian lembut hati & dekat pada kami; sementara Yahudi & musyrik musuh terkeras kita. (QS 5: 82). #Natal
3. Wasi'an: "Kalian imani Taurat, Zabur, & Injil. Kamipun demikian. Tambahkan Al Quran, maka sungguh kita satu tak terpisahkan." #Natal
2. Wasi'an: "Kalian mengimani Musa, juga 'Isa. Kamipun sama. Tambahkanlah satu nama; Muhammad. Maka sungguh kita tiada beda. #Natal
1. #Natal ini, terkenang ujaran Allahu yarham KH Abdullah Wasi'an; "Saudara-saudaraku Nashara terkasih, beda antara kita tidaklah banyak."
44. Sebab itu; para 'Ulama mengistilahkan beda pendapat Fiqh dalam dimensi SHAWAB (tepat) & KHATHA' (keliru), bukannya HAQ & BATHIL. #Natal
43. Mengamalkan atau tak mengamalkan; jauh lebih ringan dari soal menghalalkan & mengharamkan; karena ia adalah haq Pembuat Syari'at. #Natal
42. Dan adalah dosa; mengatasnamakan 'ulama tuk haramkan sesuatu; padahal mereka tidak; cermati misalnya Fatwa MUI ini: media.isnet.org/antar/etc/Nata…
41. Kata Abu Hanifah; yang terpenting BUKAN mengamalkan pendapat kami atau tidak. Melainkan mengetahui bagaimana kami menetapkannya. #Natal
40. Akan ada juga yang hajatkan fatwa Al 'Utsaimin pada posisi memelihara 'izzah agama. Misalnya Raja KSA sebagai Khadimul Haramain. #Natal
39. Akan ada yang menghajatkan fatwa Al Qaradlawy & Az Zarqa, al; di wilayah muslim minoritas, keluarga majemuk nan erat hubungan dll #Natal
38. Ikhtilaf ahli ilmu insyaaLlah menjadi kemudahan bagi kita untuk beramal yang tak sekedar benar, melainkan juga tepat & cerdas. #Natal
37. Dengan jernih hati & mengukur kapasitas diri, kita bisa mempertimbangkan kedua-duanya. Ada keadaan-keadaan yang harus dicermati. #Natal
36. Bagaimana sikap atas beda fatwa ucapan #Natal? Kata Asy-Syafi'i, Al Khuruj minal Ikhtilaafi Mustahabb: keluar dari selisih itu disukai.
35. Lajnah Fatwa KSA&Al Utsaimin menjawab di negeri yang nyaris tiada Nasrani. Al Qaradlawy&Az Zarqa berfatwa tuk masyarakat majemuk. #Natal
34. Ulamapun berfatwa sesuai konteks di seputarnya, tentu ada perbedaan lingkungan sosial nan melatarbelakangi fatwa nan tak sama. #Natal
33. Jadi ikhtilaf 'Ulama terkait tahni-ah #Natal ini ada di ranah pemaknaan kalimat ucapan tersebut. Masing-masingnya lalu mengajukan dalil.
32. Adapun Al 'Utsaimin, Lajnah Fatwa KSA, dll cenderung mengharamkan tahni-ah #Natal tersebab hal itu sama dengan meridhai 'aqidah keliru.
31. Dr. Abdussattar memberi catatan kemubahan tahni-ah #Natal ini dengan kehati-hatian memilih diksi. Doa menuju hidayah lebih dianjurkan.
30. Maka tahni-ah #Natal yang diikuti komunikasi intensif sebagaimana dilakukan Ibrahim pada penyembah bintang, bulan, mentari adalah indah.
29. Oh iya, QS 6: 77-83 TIDAK berkisah tentang 'Ibrahim Mencari Tuhan', tapi 'Ibrahim Berda'wah', demikian ditegaskan Al Qurthuby. #Natal
kultwit @salimafillah
27. Yang membolehi selamat #Natal al Dr. Musthafa Az Zarqa, Dr. Yusuf Al Qaradlawy; menyebut tahniah tak terkait dengan ridha atas 'aqidah.
26. Jika keterlibatan dalam kegiatan #Natal nan bersifat ibadah & ritual disepakati haramnya, para 'ulama ikhtilaf pada soal ucapan selamat.
25. Yang disepakati para 'ulama atas keharamannya adalah keterlibatan dalam segala yang bernilai ritual & ibadah. Pun jua Fatwa MUI. #Natal
24. Sungguh, agama ini memerintahkan untuk membalas tiap pemuliaan dengan penghargaan yang lebih baik, minimal senilainya. (QS 4: 86) #Natal
23. Tinggal kini, dalam hasrat hati tuk membalas penghormatan yang kalian berikan di 'Idul Fitri & Adhha, kami kan simak para 'ulama. #Natal
22. Tentu tradisi ribuan tahun dengan salju & cemara, pohon sesembahan pagan Eropa itu tak bisa kami paksa untuk diubahkan seenaknya. #Natal
21. Itulah awal-awal yang membuat kami berat hati untuk ucapkan Salam #Natal. Ini harinya Janus & Mitra. Bukan harinya 'Isa, kawan terkasih.
20. Sayangnya, hampir seluruh gereja sudah menyepakatinya, sampai seorang Sejarawan memelesetkan 'Son of God' sebagai 'Sun of God'. #Natal
19. Sungguhpun ingin rasanya syukuri lahirnya Rasul Ulul 'Azmi nan teguh hati; 'Isa, agak tak nyaman hati kami dengan hari pagan ini. #Natal
18. Maafkan jika menyinggung hati, tapi sungguh telah ditulis para Sejarawan, 25 Des itu hari kelahiran Janus & Mitra, Dewa Matahari. #Natal
17. Sebab Maryam nan sungguh berat ujiannya itu bersalin di saat kurma masak penuh tandannya. Kemungkinan itu Maret, bukan Desember. #Natal
16. #Natal ini, kalian rayakan kelahiran 'Isa yang agung; tapi bagi kami tanggal 25 Desembernya agak membuat terkerut dahi bertanya-tanya.
15. Saudara Nasrani terkasih; kami mencintai 'Isa, Nabi & RasulNya. Ruh & kalimatNya, yang ditiup-tumbuhkan dalam rahim suci Maryam. #Natal
14. Termulialah 'Isa nan bicara dalam buaian. Salam sejahtera baginya di saat lahir, kelak diwafatkan, & nantinya dibangkitkan. (QS 19: 33)
13. Termuliakanlah 'Isa dengan penciptaan & kelahiran nan ajaib yang bagi kami begitu agung sebagaimana penciptaan Adam. (QS 3: 59). #Natal
12. Ini sungguh bukti bahwa Allah, Nabi, & Al Quran kami mengajarkan pemuliaan nan mengharukan pada Maryam & 'Isa yang tiada duanya. #Natal
11. Najasyi Habasyah & Uskup-uskupnya, juga para Patriarkh Najran menitikkan airmata, dibacakan Surat Maryam. Berkenankah kalian jua?#Natal
10. Izinkan jua kami, membaca dengan berkaca-kaca betapa indah Surat dalam Quran yang berjudul Maryam. Gadis tersuci sepanjang zaman. #Natal
9. Dalam keberbedaan itu, izinkan kami tetap mencintai 'Isa & Maryam, meski kami tak bisa memohon kalian mentakjubi Muhammad. #Natal
8. Tetapi kami insyafi sepenuhnya, yakin di dada tak bisa dipaksakan. Kami hormati segala nan tak bisa dipertemukan. (QS 109: 6). #Natal
7. Maka inilah kita mencari titik singgung iman demi kebersamaan; itulah pengakuan ke-Ilahi-an Allah tanpa persekutuan. (QS 3: 64). #Natal
6. Bagaimanapun, selama kita tak saling memerangi & usir-mengusir tersebab iman, tak terlarang kita saling berkebajikan. (QS 60: 8). #Natal
5. Tapi mungkin memang sudah tabiat 'aqidah, satu sama lain tak rela jika kita tak serupa dalam agama secara sepenuhnya. (QS 2: 120). #Natal
4. Sungguh adanya kerahiban jadikan kalian lembut hati & dekat pada kami; sementara Yahudi & musyrik musuh terkeras kita. (QS 5: 82). #Natal
3. Wasi'an: "Kalian imani Taurat, Zabur, & Injil. Kamipun demikian. Tambahkan Al Quran, maka sungguh kita satu tak terpisahkan." #Natal
2. Wasi'an: "Kalian mengimani Musa, juga 'Isa. Kamipun sama. Tambahkanlah satu nama; Muhammad. Maka sungguh kita tiada beda. #Natal
1. #Natal ini, terkenang ujaran Allahu yarham KH Abdullah Wasi'an; "Saudara-saudaraku Nashara terkasih, beda antara kita tidaklah banyak."
Kamis, 15 Desember 2011
serba serbi imunisai
http://iluvimunisasi.wordpress.com/
iluvimunisasi -"Love Them, Protect Them, Immunize Them"
iluvimunisasi -"Love Them, Protect Them, Immunize Them"
Langganan:
Postingan (Atom)
Piprim B Yanuarso