wanita biasa, yg ingin bahagia | Cuma kumpulan kopi paste, mengikat ilmu, kalo lupa tinggal nyari =)


Senin, 07 Juli 2014

Nafsu Tersembunyi



Beberapa pakar sejarah islam meriwayatkan sebuah kisah menarik. Kisah Ahmad bin Miskin, seorang ulama abad ke-3 Hijriah dari kota Basrah, Irak.
Menuturkan lembaran episode hidupnya, Ahmad bin Miskin bercerita:
Aku pernah diuji dengan kemiskinan pada tahun 219 Hijriyah.Saat itu, aku sama sekali tidak memiliki apapun, sementara aku harus menafkahi seorang istri dan seorang anak. Lilitan hebat rasa lapar terbiasa mengiringi hari hari kami.

Maka aku berazam untuk menjual rumah dan pindah ke tempat lain. Akupun berjalan jalan mencari orang yang bersedia membeli rumahku. Bertemulah aku dengan sahabatku Abu Nashr dan kuceritakan kondisiku. Lantas, dia malah memberiku 2 lembar roti isi manisan dan berkata:
"berikan makanan ini kepada keluargamu."

Ditengah perjalanan pulang, aku berpapasan dengan seorang wanita faqir bersama anaknya. Tatapannya jatuh di kedua lembar rotiku. Dengan memelas dia memohon:
"Tuanku, anak yatim ini belum makan, tak kuasa terlalu lama menahan siksa lapar. Tolong beri dia sesuatu yang bisa dia makan. Semoga Allah merahmati Tuan"

Sementara itu, si anak menatapku polos dengan tatapan yang takkan kulupakan sepanjang hayat. Tatapan matanya menghanyutkan akalku dalam khayalan ukhrowi, seolah olah surga turun ke bumi, menawarkan dirinya kepada siapapun yang
ingin meminangnya, dengan mahar mengenyangkan anak yatim miskin dan ibunya ini.
Tanpa ragu sedetikpun, kuserahkan semua yang ada ditanganku. "Ambillah, beri dia makan.", kataku pada si ibu.
Demi Allah, padahal waktu itu tak sepeser pun dinar atau dirham kumiliki. Sementara dirumah, keluargaku sangat membutuhkan makanan itu.
Spontan, si ibu tak kuasa membendung air mata dan si kecil pun tersenyum indah bak purnama. Kutinggalkan mereka berdua dan kulanjutkan langkah gontaiku, sementara beban hidup terus
bergelayutan dipikiranku. Sejenak, kusandarkan tubuh ini di sebuah dinding, sambil terus memikirkan rencanaku menjual rumah.

Dalam posisi seperti itu, tiba tiba Abu Nashr terbang kegirangan mendatangiku.
"Hei, Abu Muhammad! Kenapa kau duduk duduk disini sementara limpahan harta sedang memenuhi rumahmu?", tanyanya.
"Subhanallah....!", jawabku kaget. "Dari mana datangnya?"
"Tadi ada pria datang dari Khurasan. Dia bertanya tanya tentang ayahmu atau siapapun yang punya hubungan kerabat dengannya. Dia membawa berduyun duyun angkutan barang penuh berisi harta.", ujarnya.
"Terus?", tanyaku keheranan.
"Dia itu dahulu saudagar kaya di Bashroh ini. Kawan ayahmu. Dulu ayahmu pernah menitipkan kepadanya harta yang telah ia kumpulkan selama 30 tahun. Lantas dia rugi besar dan bangkrut.
Semua hartanya musnah, termasuk harta ayahmu. Lalu dia lari meninggalkan kota ini menuju Khurasan. Disana, kondisi ekonominya berangsur angsur membaik. Bisnisnya melajit sukses. Kesulitan hidupnya perlahan lahan pergi, berganti dengan limpahan kekayaan.
Lantas dia kembali ke kota ini, ingin meminta maaf dan memohon keikhlasan ayahmu atau keluarganya atas kesalahannya yang lalu.

Maka sekarang, dia datang membawa seluruh harta hasil keuntungan niaganya yang telah dia kumpulkan selama 30 tahun berbisnis. Dia ingin berikan semuanya kepadamu, berharap ayahmu dan keluarganya berkenan memaafkannya."
Mengisahkan awal episode baru hidupnya, Ahmad bin Miskin berujar :
"Kalimat puji dan syukur kepada-Nya berdesakan meluncur dari lisanku. Sebagai bentuk syukurku, segera kucari wanita faqir dan anaknya tadi. Aku menyantuni dan menanggung biaya hidup merekaseumur hidup. Aku pun terjun di dunia bisnis seraya menyibukan diri dengan kegiatan sosial, sedekah, santunan
dan berbagai bentuk amal salih. Adapun hartaku, dia terus bertambah ruah tanpa berkurang. Tanpa sadar, aku merasa takjub dengan amal salihku. Aku merasa, telah mengukir lembaran catatan malaikat dengan hiasan amal kebaikan.
Ada semacam harapan pasti dalam diri, bahwa namaku mungkin telah tertulis di sisi Allah dalam daftar orang orang salih.
Suatu malam, aku tidur dan bermimpi. Aku lihat, diriku tengah berhadapan dengan hari kiamat.
Aku juga lihat, manusia bagaikan ombak, bertumpuk dan berbenturan satu sama lain. Aku juga lihat, badan mereka membesar. Dosa-dosa pada hari itu berwujud dan berupa, dan setiap orang memanggul dosa dosa itu masing masing dipunggungnya.
Bahkan aku melihat, ada seorang pendosa yang memanggul di punggungnya beban besar seukuran KOTA (kota tempat tinggal, pent), isinya hanyalah dosa dosa dan hal hal yang
menghinakan.
Kemudian, timbangan amal pun ditegakkan, dan tiba giliranku untuk perhitungan amal. Seluruh amal burukku ditaruh di salah satu daun timbangan, sedangkan amal baikku di daun timbangan yang lain. Ternyata, amal burukku jauh lebih berat daripada amal baikku. Tapi ternyata, perhitungan belum selesai. Mereka mulai menaruh satu persatu berbagai jenis amal
baik yang pernah kulakukan.
Namun alangkah ruginya, ternyta dibalik semua amal itu terdapat NAFSU TERSEMBUNYI. Nafsu tersembunyi itu adalah Riya, ingin dipuji, merasa bangga dengan amal salih. Semua itu membuat amalku tak berharga. Lebih buruk lagi, ternyata
tidak ada satupun amalku yang lepas dari nafsu-nafsu itu.
Aku putus asa.
Aku yakin aku akan binasa.
Aku tidak punya alasan lagi untuk selamat dari siksa neraka.
Tiba tiba, aku mendengar suara, "masihkah orang
ini punya amal baik?"
"Masih", jawab seseorang. "Masih tersisa ini."
Aku pun penasaran, amal baik apa gerangan yang masih tersisa?
Aku berusaha melihatnya. Ternyata, itu HANYALAH dua lembar roti isi manisan yang pernah kusedekahkan kepada wanita fakir dan anaknya.
Habis sudah harapanku.
Sekarang aku benar benar yakin akan binasa sejadi jadinya.
Bagaimana mungkin dua lembar roti ini menyelamatkanku, sedangkan dulu aku pernah bersedekah 100 dinar sekali sedekah (100 dinar =+/- 425 gram emas), dan itu tidak berguna sedikit
pun. Aku merasa benar benar tertipu habis habisan.
Segera 2 lembar roti itu ditaruh di timbanganku.
Tak kusangka, ternyata timbangan kebaikanku bergerak turun sedikit demi sedikit, dan terus bergerak turun sampai sampai lebih berat sedikit dibandingkan timbangan kejelekan.
Tak sampai disitu, tenyata masih ada lagi amal baikku. Yaitu berupa air mata wanita faqir itu yang mengalir saat aku berikan sedekah. Air mata tak terbendung yang mengalir kala terenyuh akan kebaikanku. Aku, yang kala itu lebih mementingkan dia dan anaknya dibanding keluargaku.
Sungguh tak terbayang, saat air mata itu ditaruh, ternyata timbangan baikku semakin turun dan terus turun. Hingga akhirnya aku mendengar
seseorang berkata, "Orang ini telah selamat."

Kamis, 15 Mei 2014

Pintu Keluar dari Masalah

Pintu Keluar dari Masalah

Salah seorang raja menjatuhkan hukuman mati terhadap
seorang tukang kayu yang tidak jelas kesalahannya apa.
Berita tentang keputusan itu bocor kepada si tukang
kayu sebelum pengumuman resmi keluar. Akibatnya ia
tidak bisa memejamkan mata untuk tidur di malam itu.
Istrinya menasehati:

"Tidurlah di malam ini seperti
malam-malam sebelumnya. Tuhan itu hanya satu,
sementara pintu keluar dari suatu masalah sangat
banyak".

Kalimat yang menentramkan itu tepat masuk ke dalam
hatinya, hingga ia bisa menenangkan diri, dan ia pun
bisa tidur di malam itu. Dia baru terbangun di pagi hari
ketika pintu rumahnya diketuk oleh beberapa orang
prajurit.

Wajahnya langsung menjadi pucat. Dia melihat kepada
istrinya dengan pandangan putus asa, menyesal, dan
sedih karena telah mempercayai kata-katanya semalam.
Dia membuka pintu dengan kedua tangan menggigil. Dia
ulurkan tangannya ke arah pengawal supaya diikat.
Para pengawal yang datang itu berkata kepadanya penuh
keheranan:

"Raja sudah wafat, kami meminta kamu
untuk membuatkan sebuah peti mati untuk baginda".

Waktu itu juga wajahnya berubah menjadi ceria.
Kemudian ia melemparkan pandangan tanda mohon
maaf ke arah istrinya.

Istrinya tersenyum.
Karena itu kadangkala seorang hamba sampai letih
karena berfikir, sementara Allah yang memiliki semua
rencana dan aturan.

Siapa yang merasa hebat karena jabatan, hendaklah ia
mengingat Fir'aun.

Siapa yang merasa hebat karena harta, hendaklah ia
mengingat Qarun.

Siapa yang merasa hebat karena keturunan, hendaklah ia
mengingat Abu Lahab.

Kehebatan, kekuasaan dan kemuliaan hanya milik Allah
satu-satunya.
Dia berikan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Dia
cabut dari siapa yang Dia kehendaki juga.
Jangan hukum masa depanmu dengan kondisi hari ini,
Allah Maha Kuasa merubahnya dalam waktu sekejap.
Tugas kita hanya berusaha dan terus berdo'a.

:: Zulfi Akmal ::

Senin, 07 April 2014

HUTANG ITU SEMU

Tidak patut bagi seorang muslim untuk meremehkan urusan utang atau mengecilkan perkaranya atau lalai dalam melunasinya. jiwa seorang muslim tertahan oleh utangnya hingga dilunasi.

“Jiwa seorang muslim tergantung selama ada utangnya.” [Musnad Ahmad 2/440, dan dinyatakan shahih oleh al-Albani dalam Shahih at-Targhib no 1811]

===

SEMU LAGI: Setelah saya timbang2 ada baiknya berbagi kisah teman saya ini semoga bisa menjadi renungan bersama.
Saya punya seorang teman pebisnis juga. Omzet usahanya besar, senilai hampir 2M tiap bulannya. Rumahnya megah, mobilnya banyak. Ada sekitar 4 mobil pribadi berjejer digarasi dan jalan depan rumahnya. Namun saat ini beliau sedang pailit/ bangkrut, semoga Allah menolongnya.
Beliau banyak bercerita kepada saya tentang penyebab kebangkrutannya. Jadi salah satu penyakit bagi pengusaha adalah ketika dia tidak bisa mengontrol dirinya untuk mengendalikan keinginan2nya. Sederhananya gini, ketika saat ini dihitung2 bisnis menghasilkan margin/keuntungan 30juta/bulan maka otak akan berfikir, apa susahnya kredit mobil ansuran 7juta/bulan. Beli rumah 10juta/bulan. Beli mobil lagi 5juta/bulan. Kemudian beli perabot ini dan itu dengan kredit 2juta/bulan. Kan cuma 24juta, masih nutup kok hitungannya. Begitu logika sederhananya.
Namun apakah bisnis itu selalu lancar? Okelah anggap aja kredit itu sampai 2 tahun, apakah selama itu ada jaminan bisnis itu selalu lancar?. Bagaimana jika ditengah jalan ada masalah? Sedangkan beban kredit itu stabil dan harus dipenuhi?
Teman sy ini punya tanggungan kredit 60juta/bulan. Suatu ketika ada trouble dalam bisnis, awalnya cash flow mulai ga imbang yg membuat dia kesulitan memutar uang, padahal harus mikir bayar cicilan. Kemudian akhirnya hutang di Bank dengan jaminan, yg sebenarnya malah menambah beban kreditnya. Dan ternyata berjalan beberapa waktu, dana talangan dari bank tidak cukub menopang cashflow dan terutama beban kreditnya. Disuatu titik, bisnisnya benar2 ga bisa bergerak, dan sekali lagi harus tetap bayar beban kredit sebesar itu. Mulailah menjual aset untuk membayar beban kredit. Masalahnya berapa lama cara ini bisa bertahan? Akhirnya aset2 itu satu persatu dijual. Dan akhirnya bisa ditebak dengan mudah apa yg terjadi.
Ini bukan hanya masalah kredit barang konsumsi, ambisi dan nafsu yg tak terkendali apalagi ketika melihat bisnis lagi bagus2nya akan mendorong kita untuk berinvestasi walau dengan cara hutang bank. Kontrol seakan hilang melihat sesuatu yg sangat menggiurkan di depan. Tahun 2006 saya memiliki 1 truk, dan ketika bisnis berkembang waktu itu (merambah bidang tambang batubara karungan) saya berani kredit 4 truk, 2 pickup dan 1 mobil pribadi. Ketika bisnis jalan sih tidak ada masalah...sampai akhirnya ditengah jalan (sebelum kredit lunas), ada masalah dalam bisnis saya. Dan setelah itu apa yg terjadi dengan teman saya juga terjadi pada saya. Ludes...orang jawa bilang "ambyar". Mulai dari mobil, tanah,dll
Alhamdulillah, awal tahun 2012 saya banting setir ke bisnis buah2an dan sayur, dan dengan bantuan beberapa teman saya, saya perlahan mulai bangkit kembali, back in business....walau dalam kondisi yg masih tertatih. sy bersyukur bisa punya pengalaman berharga ini, semoga dapat jadi pelajaran bagi semua.
Bahwa hutang itu semu...

Selasa, 18 Februari 2014

SUNNAH YANG SERING DILALAIKAN SUAMI:"BERCENGKERAMA DENGAN ISTRINYA DI MALAM HARI SEBELUM TIDUR"

SUNNAH YANG SERING DILALAIKAN SUAMI:"BERCENGKERAMA DENGAN ISTRINYA DI MALAM HARI SEBELUM TIDUR"

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bercengkrama bersama istrinya sebelum tidur

Berkata Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuﺑِﺖُّ ﻋِﻨْﺪَ ﺧَﺎﻟَﺘِﻲ ﻣَﻴْﻤُﻮْﻧَﺔَ ﻓَﺘَﺤَﺪَّﺙَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣَﻊَ ﺃَﻫْﻠِﻪِ ﺳَﺎﻋَﺔً ﺛُﻢَّ ﺭَﻗَﺪَ“Aku menginap di rumah bibiku Maimunah (istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berbincang-bincang dengan istrinya (Maimunah) beberapa lama kemudian beliau tidur”. ( HR Al- Bukhari IV/1665 no 4293, VI/2712 no 7014 dan Muslim I/530 no 763)

Hukum asal berbincang-bincang setelah sholat isya’ adalah dibenci, Sebagaimana dalam hadits Abu Barzah Al-Aslami dimana beliau berkata,ﻭَﻛَﺎﻥَ ﻳَﻜْﺮَﻩُ ﺍﻟﻨَّﻮْﻡَ ﻗَﺒْﻠَﻬَﺎ ﻭَﺍﻟْﺤَﺪِﻳْﺚَ ﺑَﻌْﺪَﻫَﺎ“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum isya’ dan Berbincang-bincang setelahnya” (HR Al-Bukhari I/201 no 522, I/208 no 543 dan Muslim I/447 no 647)

Namun jika karena ada kepentingan yang berkaitan dengan agama seperti membahas kepentingan yang berkaitan dengan kaum muslimin maka dibolehkan atau untuk menuntut ilmu maka dibolehkan. Dan diantara perbincangan yang boleh dilakukan setelah isya’ adalah perbincangan antara suami dan istri sebelum tidur sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan istrinya.

Sunnah ini telah dilalaikan oleh banyak pasangan suami istri, terutama jika keduanya telah sibuk di siang hari maka waktu di malam hari digunakan langsung untuk istirahat tanpa ada perbincangan antara mereka berdua.Terkadang karena saking sibuknya tidak ada waktu bagi sang suami untuk berbincang-bincang dengan istrinya yang terkadang telah lama menanti kedatangan suaminya yang sibuk bekerja di siang hari, ia ingin menikmati suara suaminya..ingin menikmati gurauan dan canda suaminya sebelum tidur…, atau ia ingin menyampaikan unek-uneknya…?? !!Bukankah istri merupakan orang yang terdekat dengannya…??, bukankah istri merupakan pakaian yang dipakainya…???

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirmanﻫُﻦَّ ﻟِﺒَﺎﺱٌ ﻟَّﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻧﺘُﻢْ ﻟِﺒَﺎﺱٌ ﻟَّﻬُﻦَّ )ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ : 187 )Mereka itu adalah pakaian bagimu dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. (QS. 2:187)

Sesungguhnya sunnah yang kelihatannya sepele ini namun jika diterapkan maka akan semakin tumbuh benih kasih sayang antara dua sejoli.

Quoted: Ust Abu Abdil Muhsin Firanda Hafidzahullah

Senin, 17 Februari 2014

Sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik sikapnya kepada istrinya

  andai aku tidak menikah dengannya

Sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik sikapnya kepada istrinya

Pernikahan adalah suatu perjanjian yang besar, suatu pertanggungjawaban yang berat bagi seorang laki-laki, yang mana dia mengambil seorang wanita dari kedua orangtuanya untuk hidup bersamanya dalam sebuah bahtera yang bernama rumah tangga yang dipimpin olehnya.Istri adalah suatu amanat bagi suami. Suami karena menjadi qowwam (pemimpin) bagi wanita.

Pemimpin (qowwam) ini harus memenuhi 3 fungsi, yaitu:
1) - Mengarahkan istrinya;
2) - Mengayomi istrinya;
3) - Melindungi istrinya.

Suatu penikahan yang merupakan suatu ibadah itu kuat sekali digoda oleh syaitan agar rumah tangganya karam.

Oleh karena itu, sangat-sangat penting bagi seorang suami untuk memahami tabiat wanita. Karena wanita itu bukan diciptakan dari baja yang bisa meleleh, bukan pula dari batu yang bisa hancur berkeping-keping jadi kerikil, tetapi wanita diciptakan dari tulang rusuk yang paling bengkok, yang jika diubah akan patah, namun jika tidak diubah akan tetap bengkok, oleh karena itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam- pun tidak menyuruh lelaki untuk mengubahnya, Namun Beliau shallallahu 'alaihi wasallam berwasiat: "Jagalah wanita-wanita itu..! Pelan-pelan dan berlemah lembutlah pada wanita!Sehingga setelah memahami tabiatnya, kemudian memperlakukannya denganma'ruf, dengan sebaik-baiknya,

seperti firman Allah:"Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karenamungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." [QS. An-Nisaa(4): 19]

Pada saat seorang suami mendapati hal yang tidak disukainya dari seorang istri,maka harus bersabar, dan berpikir baik-baik tentang firman Allah yang menyatakan, bahwa boleh jadi dalam keburukan istri kita itu terdapat kebaikan-kebaikan lainnya yang banyak.Jangan sampai keburukan akhlak dari suami menyampaikan sang istri pada satu situasi dimana ia sangat menyesal dan berkata: "Andai aku tak menikah dengannya.."

.Padahal suatu pengandaian itu hanya akan membuka pintu syaithan.

Tabiat-tabiat Wanita diantaranya adalah:

1) - Pencemburu.Baik kepada ibu sang suami, saudara/saudari sang suami, wanita-wanita lain,dll.

2) - Perasa.Perasaannya melebihi akalnya sehingga kadang-kadang mudah marah.

3) - Suka Perhiasan.

4) - Istri membutuhkan pujian/sanjungan dari suami. Hargai pendapatnya, jangan egois.

5) - Sempatkan waktu untuk bermain-main dengan istri.Suami berhias atau bersolek untuk istri.

6) - Memberi istri hadiah.

7) - Main tarik ulur.Bersabar, jangan tergesa-gesa!

Setelah istri menunaikan kewajiban, penuhilah hak-haknya, karena kalau tidak, dia akan mencari haknya ditempat lain.Istri itu seperti wadah yang akan kekeringan, jika tidak terus diisi air.

Karena, jika ia kekeringan, ia akan mencari di tempat lain yang bisa menghapus dahaganya. Ia akan mencari tempat curhat lain selain suami.

Firman Allah:"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya diantara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kau terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [QS. At-Taghabun (64): 14]

Merupakan nasihat bagi suami, apabila ada masalah dengan istri, maka:
1) - Maafkan dia (tidak memberikan sanksi atas kesalahan);
2) - Tidak menjelek-jelekkan dengan perkataan;
3) - Lupakan dan buka lembaran baru;
4) - Seorang wanita menikah untuk mendapatkan kebahagiaan, sakinah,ketenangan, bukan hanya kebutuhan biologis, bukan pula hanya uang.Hidup ini sangat singkat, jangan sampai di akhirat datang dengan keadaan tulang rusuk yang terjatuh.

Wasiat untuk suami dan istri:"Jadilah manusia terbaik! Dimana manusia yang terbaik adalah yang terbaik kepada istri dan keluarganya.."

Wasiat untuk istri:"Jadilah wanita yang terbaik! Yang bila dipandang menyenangkan dan biladitinggalkan menjaga kehormatan dan harta suami. Suami adalah Surga dan Neraka kita.
.

"Syarat kriteria seorang lelaki yang baik untuk dipilih ~menurut Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam~ untuk menjadi suami ada 2, yaitu: Agamanya dan Akhlaqnya. Tidak hanya salahsatunya, namun harus keduanya.| Wallahu'alam.|

Semoga yang sederhana ini bermanfaat untukku dan untukmu (saudara-saudaraku seiman)..

| Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.
via Abu Layla Supry

Selasa, 11 Februari 2014

jahitan

INI TULISAN JADI DRAFT BERTAHUN TAHUN
gak pernah di publish, karena merasa belum bikin ending yang bagus
lama2 tak pikir, publish sajalah. endingnya nyusul
wekekekekekeke... toh sampai sekarang. ceritanya belum berakhir
banyak kisah yg terjadi. & belum tertuliskan

====

dulu ketika penjahit msh 2 orang. semua dikerjain sendiri, beli kain, benang, segala tetek bengeknya. sehari bs muter 2x. ada aja yg kelupaan. keliling mataram, dari satu toko k toko yg lain. soalnya sy yg sarjana arsitektur ini nol putul ttg jahitan. pun, pendatang di mataram. lengkaplah sudah butanya. tidak tahu, mana toko yg jualan kain paling murah. pokoknya semua toko yang memajang kain, HARUS didatangi. ditanyain.
begitupula dengan toko yang jual peralatan jahit.

bermodal bismillah, dengan bersepa motor, menembus hujan, dengan bangkelan segunung di jok belakang, berdoa semoga gak ada yg jatuh sampai d rumah.
suami tahu? jelas tidak. wong saya belanja sendiri. suami ngantor
saya cm bisa desain, jahit g bisa. browsing sana sini, cari tips menjahit. beli buku sana sini. mencari ide sana sini.

alhamdulillah, setahun sudah, sekarang punya workshop sendiri. setelah sebelumnya menjahit d garasi rumah, kemudian merangsek ke ruang tamu, ruang keluarga, & kamar cadangan.
bayangkan betapa sumpeknya rumah saya. isinya cuma kain, kain, kain, kain, mesin jahit, mesin jahit, mesin jahit =p

agen datang pergi silih berganti, saya tak ambil pusing. saya harus fokus di desain, produksi, berusaha agar produk semakin baik

Jumat, 15 Maret 2013

STOP MENYAMPAIKAN FITNAH & HOAX

Bukan sekali dua kali aku ngingetin temen yg suka nyebarin berita hoax sembarangan di social media. Padahal hoax itu dibenci Alloh Ta' ala.

Hah?

Masa sih squ?

Oke aku mau cerita2 dulu ya.

Suatu hari jaman aku masih pake blackberry -sebelum kemudian jatoh ke wc, haghaghag-, tiba2 nih ya, BB ku lampunya kelap kelip. Ternyata ada temen broadcast message (BM), isinya hadits palsu tentang puasa Ramadhan. Wohoho, kaya gini disebar2in. Trs aku ingetin dia. Dan kata dia, "wah ga tau ya, aku juga dapet Broadcast Message dari temen." Doweeng. Udah? Gitu aja ya? Cukup bilang wah ga tau. Ya Alloh ya Robbi. Padahal siapa yg berdusta atas nama Rasulullah maka silakan menempati tempat duduknya di neraka [1]. Fiiuuh *nyeka keringet*

Yaa wajarlah kalo ga semua orang tau ini hadits beneran atau hadits palsu. Ini hadits shohih atau hadits dhoif. Minimal nih ya, cek dan ricek dulu jangan langsung 'hajar bleh' dishare ke yg lain. Minimal di setiap hadits ada tuh tulisannya Hadist Riwayat siapa. Imam Muslim kek, Imam Bukhari kek. Atau nanya ke yg lebih tau. Ya intinya sekali lagi, jangan gampang2 share sesuatu yg kita ga tau kebenarannya alias hoax.

Tapi broadcast message di BBM emang gencar ya. Dan suka out of date alias basi bin kadaluwarsa. Pernah ada yg BM, kalo ga salah tentang ucapan selamat beribadah puasa asyura 10 muharrom besok. Whatta.. besok? Padahal muharrom udah lewat berbulan2 yg lalu. Hellow? Itu BM ga pake dibaca lgsg dishare kah?? Astagaaa. *tung tung tung* getok2 samping kepala*

Ntar kalo ditegur juga bilangnya "wah ga tau ya, aku juga dapet Broadcast Message dari temen."

Ada lagi yg BM, tentang keharaman sebuah produk. Dan dia ngga tau, kalo produk yg bersangkutan sudah ngasih jawaban atas beredarnya hoax tersebut, begitu pula MUI juga udah menanggapi bahwa berita itu cuma hoax dan ngga bener.

Udah lewat. Udah diklarifikasi banyak pihak yg kompeten. Tapi, BM teteep aja beredar. Apa ngga kuatir jadi fitnah?

Kenapa ya mengobral keburukan (aib) saudara kita begitu digemari? Keliatan hebat kah? Kalo beritanya emang bener itu ghibah lho. Dan, kalo berita bohong maka itu fitnah.

Ikhwatal Islam rohimakumullah.

Kesenangan menyebarkan berita hoax ini bukan cuma di BBM via broadcast messenger. Tapi juga di twitter, facebook, kaskus, milis dan lainnya. Bukan sekali dua kali aku ngingetin, tapi berkali2. Ada yang orangnya itu2 aja. Ada juga yg beda2 orang. Ini emang kewajiban bagi sesama umat Muslim ya akhi. Yg tau ya ngingetin sodaranya, bukan mendiamkan saja. Kalo aku yg salah juga wajib bagi antum utk mengingatkan.

Emang skrg ini jamannya gadget. Era nya social media. Semua orang bisa dengan mudahnya ngomong apapun, sekalipun itu dusta. Tua muda. Laki perempuan. Berpendidikan tinggi atau berpendidikan rendah. Mgkn awal niatnya berbohong untuk lawakan lucu2an aja, tapi ternyata kebohongan itu kemudian beredar kemana2. Padahal celakalah orang yg berbohong untuk becandaan [2].

Ada berita apapun, asal keliatan heboh dan menarik, lgsg di-retweet di twitter. Asal twit kita di RT (retweet) banyak orang, langsung deh bangga dan merasa keren. Atau langsung share di facebook trs dapet banyak komen dan jempol. Atau di social media lain, langsung bangga seakan jd yg pertama tau, padahal ternyata itu cuma kabar burung a.k.a. hoax.

Coba bandingkan definisi menceritakan berita hoax dengan apa yg disebut Oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, sebagai "qiila wa qaala", yang artinya menceritakan seluruh perkara yg didengarnya yg tidak ia ketahui kebenarannya dan tidak juga menurut dugaan kuatnya [3].

Dan Alloh Ta'ala membenci qiila wa qaala[4].

Yuk, mulai sekarang hati2 menyikapi apapun yg kita dengar, dari manapun.

Pertama2, stop menceritakan kembali kabar2 burung yg tidak kita ketahui kebenarannya.

Kedua, jangan langsung percaya dgn kabar yg kita terima. Liat sumbernya. Cek dan ricek dulu, alias klarifikasi. Atau dalam Islam disebut tabayyun. Jangan seperti kerbau yg dicocok hidungnya lalu menelan mentah2 apapun yg didengar, kemudian menyebarkannya kepada yg lain.

Adab setiap muslim adalah tabayyun dan ngga lgsg meledak2 menyalahkan orang lain tanpa kejelasan. "At-tabayyun minallah wal ‘ajalatu minasy syaithan”, sikap tabayyun merupakan perintah Allah, sementara sikap terburu-buru merupakan arahan syaitan. Ngga semua yg kita dengar lgsg kita telan dan kita ucapkan lagi, karena kalo salah, ntar nyesel lho, bisa jd kita telah mendzolimi sodara kita yg lain.

Firman Alloh Ta'ala, "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah (kebenarannya) dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (Al Hujurat:6)

Nah lho. Jangan sampe kita udah terlanjur ikut jelek2in seseorang, ternyata salah. Trs nyesel. Malu kenapa jadi begitu bodoh (dan lebih bodoh lagi ketika kemudian diingatkan lalu cuek seakan2 ga berbuat salah apa2).

Dan kemudian setelah menyesal (kalo menyesal, karena orang beriman tentu akan menyesal setelah berbuat salah), bagaimana cara kita meminta maaf dan menarik ucapan kita yg ternyata salah?

Menebar hoax seperti mencabuti bulu ayam sampai habis lalu menebar bulu2 ayam dalam perjalanan. Kemudian sanggupkah kita memungutinya kembali?? Lalu bagaimana jika ucapan fitnah kita kemudian sampai ke telinga jutaan orang di seluruh tanah air.

Alloh.

*menghela nafas*

Satu lagi akhi, sebelum tulisan ini berakhir.

Mari merenung sejenak.

Bagaimana jika kita, keluarga kita atau teman kita lah yg ternyata jadi korban fitnah? Wallahul musta'an. Kepada Alloh sajalah kita memohon pertolongan. Percayalah akhi, setiap perbuatan akan dimintai pertanggung jawaban. Masih ada hukum qishosh di akhirat kelak.

Semoga Alloh Ta'ala mengampuni segala salah dan dosa kita. Aamiin.

Catatan hadits:____________________

[1] Dari 'Abdullah bin 'Amru bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sampaikan dariku sekalipun satu ayat dan ceritakanlah (apa yang kalian dengar) dari Bani Isra'il dan itu tidak apa (dosa). Dan siapa yang berdusta atasku dengan sengaja maka bersiap-siaplah menempati tempat duduknya di neraka". (HR Bukhari)

[2] Dari Bahz bin Hakim ia berkata; telah menceritakan kepadaku Bapakku dari Bapaknya ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta untuk membuat orang lain tertawa. Celakalah ia, celakalah ia."(HR Abu Daud, hadits hasan)

[3] Kitab terjemahan Manaahisy Syar'iyyah fii Shahiihis Sunnah an-Nabawiyyah karya Syaikh Salim bin Ied Al Hilali

[4] Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya Alloh meridhoi tiga perkara atas kalian dan membenci tiga perkara. Alloh ridho kalian hanya menyembah Nya semata dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu yg lain, berpegang dengan tali Alloh dan tidak bercerai berai. Dan Dia membenci qiila wa qaala, banyak bertanya dan membuang2 harta." (HR Bukhari dan Muslim)

http://humaniora.kompasiana.com/sosbud/2012/02/29/2/442869/stop-menyampaikan-fitnah-dan-hoax.html
www.hoax-slayer.com
www.hoaxhariini.blogspot.com