wanita biasa, yg ingin bahagia | Cuma kumpulan kopi paste, mengikat ilmu, kalo lupa tinggal nyari =)


Sabtu, 17 Oktober 2009

[SHARE] Resiko Susu Formula Diawal Kehidupan Bayi

Dear All,just wanna share a story told by a friend last night. 

Kira2 seminggu lalu Ibu A melahirkan di RS X, bayinya lahir sehat 2,9 kg.Pd wkt itu (mnrt cerita nenek sang bayi) ASInya si A sedikit, dan sewaktu bayinya menyusu ASInya tidak keluar.Anyways, bayi nya diberi sufor Z, kemudian bayinya diare, sufor Znya lalu diganti dengan susu lain. Mnrt tenaga medis RS tsb, diare berkurang namun krn dampak diare berkepanjangan kmrn, paru2 bayi mengecil dan lalu hrs diinfus. Ibu A, sdh blh plg, sementara anaknya rawat inap. Tiba2 pagi2 dpt telp dr RS yg mengatakan bhw anaknya dlm kondisi kritis, dan dia buru2 ke RS. Singkatnya bayi tsb tdk dpt tertolong dan lalu meninggal. 

Nah, jangan sampe ada yang nanya RS mana, susunya apa yaa... :P That's NOT THE POINT! RSnya ya RS yang sudah biasa menangani kelahiran bayi dan susunya ya susu yang biasa diberikan ke bayi baru lahir, baik di RS itu maupun RS lain. 

THE POINT IS,kalo selama ini pernah baca berbagai resiko susu formula, khususnya di awal kehidupan bayi, ya memang bener.Kalo ada yang bilang "udah lazim bayi dikasih sufor sebelum ibunya bisa menyusui dan buktinya bayinya gak apa-apa",well it's a risk for they to take.Will you take that kind of risk for your loved ones?Tentu kita menyayangkan tindakan RS yang bukannya mempromosikan ASI dan membantu ibu agar dapat menyusui,malah merekomendasikan susu formula bagi si bayi.Tapi juga gak kalah disayangkan bahwa ibu A dan keluarganya tidak stood up for the baby dan misinformed tentang pentingnya ASI di awal kehidupan bayi.Bersyukurlah kita yang sudah tahu lebih dulu.Let's do something about it,at least buat lingkungan terdekat kita. 

Semoga berkenan,Cheers,Bundanya Deyka-- Sari Intan KailakuAIMI - Asosiasi Ibu Menyusui Indonesiasari.kaylaku@aimi-asi.orghttp://aimi-asi.org/Menyusui: Anak Sehat, Keluarga BahagiaAIMI adalah organisasi nirlaba yang berbasis kelompok sesama ibu menyusui dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, informasi tentang ASI & prosentase ibu menyusui di Indonesia.