hehehe.... gatel pingin posting ttg asi bagi bayi 6 bulan keatas. soalnya, banyak jg yg tanya k aku, 'apa naufal udah mulai dikenalin k sufor, kan asi udah g bagus lg?'.
kira kira pertanyaannya spt berikut ini (nyomot dari komentar di artikelnya mbak lita)
Comment by shinta2007-06-11 19:35:29
ya susu formula emang penting kali. kalo anak dah usia 6 bulan ke atas.apalagi kalo anak udah umur satu taon lebih.karena pasti asi dari ibu dah ga sebagus dulu (maksudnya pas bayi masih umur 0-6bln).gini, logikanya dulu pas anak masih 0-6 bln pasti ibu sangat memperhatikan asupan gizi yang ia makan so si beby akan mendapat manfaat yang maksimal. tapi ketika waktu berlalu pasti akan sangat susah sang ibu menjaga makannya. mulai makan yang aneh2 dan tentunya dah mule sibuk dengan aktifitas normalnya. so kadang gizi untuk tumbuh kembang anak jadi kurang terpenuhi juga. padahal anak dah mulai aktif dan membutuhkan asupan gizi yang semakin kompleks pula. nah pasti akan sangat membantu jika susu formula mulai diberikan tanpa menghilangkan asi itu sendiri…untuk jenisnya mungkin kita serahin saja pada selera sang anak. kita coba dari A sampe Z pasti ntar ketemu yang pas.kalo gizi nya gw rasa hampir semua seragam.kadang iklan susu aja yang sangat provokatif sehingga seolah2 susu produk dia yang tepat untuk anak kita.kalo dah selera kan anak jadi mudah minum susu, tanpa paksaan.buat apa susu mahal2 kalo bikin anak jadi malas minum susu…satu lgi semua susu akan bikin anak hebat, jika anak kita biasain baca doa sebelum meminumnya…hehe…Reply to this comment
Comment by Lita2007-06-11 23:11:06
‘Ya’? Saya tidak membuat pernyataan bahwa susu formula itu penting kok, mbak*bingung apanya yang di-ya-kan*‘ASI dari ibu sudah tidak sebagus dulu’ adalah kesalahpahaman yang sangat umum.Nyatanya sampai anak berusia dua tahun lebih, ASI masih mampu mencukupi 40% kebutuhan gizi anak (mengutip keterangan dr. Utami Roesli).
Yang lebih tepat adalah: kebutuhan gizi anak bertambah seiring dengan usianya, sehingga di atas usia 6 bulan ia mulai perlu diberi makanan pendamping ASI.Sedangkan ketika bayi masih berusia 0-6 bulan, semua kebutuhan gizinya dapat dicukupi ASI tanpa tambahan APAPUN.Pernyataan ini tidak berarti kualitas ASI berkurang.Kualitas/gizi dalam ASI tidak berbanding terbalik dengan pertambahan usia anak.
Seringkali orangtua melihat kualitas ASI dari kekentalan.ASI terdiri dari foremilk dan hindmilk.Yang pertama ringan serta encer, yang kedua lebih berat serta lebih kental.Kandungannya berbeda, dan anak dapat mengambil sesuai kebutuhannya.Jika haus (tanpa lapar), ia akan minum sebentar.Jika haus dan lapar, ia akan minum sampai mendapat hindmilk hingga kenyang.
Anak berusia 6 bulan ke atas tidak menjadi pertanda bahwa anak memerlukan susu formula.Sampai anak disapih atau menyapih dirinya sendiri, anak samasekali tidak membutuhkan susu formula kok.Mungkin betul, bahwa susu formula dan ASI dapat sangat membantu.Tapi betul kata mbak, bahwa iklan susu memang seringkali sangat provokatif sehingga kita dibimbing menuju pemahaman yang bias antara perlu, penting, dan ingin.
Apapun yang diklaim oleh produsen susu formula, SEMUA telah tersedia di ASI.Jika ASI saja sudah cukup, untuk apa diberi tambahan susu formula?Assurance? Jadinya untuk menenangkan hati orangtua dong, bukan demi si kecil lagi
Soal menjaga makan, tergantung ibu dong, ya.Seharusnya sih, menyusui, hamil, atau tidak keduanya, asupan makan tetap baik.Jadi perhatian terhadap nutrisi tidak ’sekadar’ untuk anak, melainkan juga demi diri sendiri.Makan ‘aneh-aneh’ sesekali tidak apa-apa, kok.
Soal kesibukan juga ternyata tidak menjadi penghalang bagi banyak ibu menyusui yang tetap memberikan hanya ASI hingga anaknya berusia dua tahun. Konsistensi untuk memerah ASI dan membawanya dari kantor ke rumah adalah perjuangan yang luar biasa.Asupan gizi yang semakin kompleks kan sudah dicakup oleh makanan padat, ya.Jadi tetap: sebetulnya tidak butuh susu formula.
Untuk bahasan ini, saya sangat sangat mengerti dan maklum dengan komentar mbak Ketty yang ‘dalam’.Selalu ada rasa ini, untuk setiap ibu.Tak terbatas pada ibu bekerja saja, lho. Stay-at-home mom juga merasakan hal yang sama.Buat saya, itulah naluri keibuan: khawatir dan selalu menginginkan yang terbaik.Solusinya tentu: tingkatkan percaya diri dan perbaiki pola hidup
Semua susu akan bikin anak hebat jika sebelumnya baca doa?Ah generalisasi, ya. Apapun bisa dong, kalau syaratnya adalah doa hehehehe…