sumber : http://health.groups.yahoo.com/group/sehat/message/199909 > Tes sidik jari (finger print test/FPT), walaupun memang harganya masih > tergolong mahal tetapi menurut saya banyak manfaatnya khususnya bagi orang > tua dalam mendampingi dan membimbing pendidikan anak kita. Memang masih > banyak pro-kontra manfaat FPT. Penjelasan secara ilmiah mungkin akan lebih > baik bila disampaikan oleh ahlinya/psikolog. > Makasih sebelumnya mbak yessy atas artikelnya yang menarik. Sengaja saya potong disini supaya point argumen saya pas :D maaf mbak Yessy tapi saya kurang sependapat dengan analisa penggunaan finger print ini. Karena apapun makanannya (jenis alatnya maksudnya :D biar nda serius2 bgt) finger print hanyalah scanner "image" dari sidik jari kita. Perbedaannya hanya hasil ketepatan/kejelasan alur gambar, tidak lebih dari itu. Adapun apabila sidik jari digunakan oleh pihak berwajib semata-mata karena unik. Itu saja. ini yang menyebabkan beberapa negara maju memutuskan membuat central public key infrastructure berdasarkan sidik jari. Ketepatan sidik jari sendiri seiring berjalannya dengan waktu (bertambah tua), akan menjadi tidak tepat dalam skala tertentu. Itu kalau parameter yang digunakan harus detail sedetail-detailnya (base on equal error rate or crossover error rate (EER or CER)), seperti biometric security device misalnya. Ini argumen dari saya mengenai tulisan ibu, bahwa sidik jari tidak mengalami perubahan. Dari sisi keunikannya sendiri finger print sebenarnya belum seluruhnya memenuhi standarisasi biometric yang telah ditetapkan (IEEE Computer Society Conference on Computer Vision and Pattern Recognition (CVPR'04), 2004). Dikarenakan ketidak tepatan tersebut, untuk identifikasi yang lebih modern berdasarkan keunikannya untuk dekade sekarang sudah menggunakan cara lain, seperti pupil dan retina mata contohnya, karena lebih akurat dan tentunya dengan maksud keunikannya lebih terjaga. Sependek yang saya tahu, penelitian dan standarisasi (IEEE) teknologi finger print baru sebatas ini saja, baik digunakan oleh kalangan militer, banking, maupun sekolah. Alasan lain kenapa saya tidak sependapat, juga saya kutip dari tulisan ibu diatas, yang disebutkan "Penjelasan secara ilmiah mungkin akan lebih baik bila disampaikan oleh ahlinya/psikolog". Dalam pelaksanaannya, test ini tetap "sebatas mencetak" finger print, dan kemudian diartikan/ dianalisa oleh sang psikolog/analyst dan bukan penjelasan ilmiah (cmiiw). Demikian ibu yessy sanggahan dari saya, mohon maaf apabila ada tulisan yang kurang berkenan. Tidak lain dan tidak bukan hanya memberikan argumen dari sudut pandang yang berbeda. Saya sependapat dengan sps yang lain. lebih baik uangnya ditabung untuk keperluan yang lain seperti ikut pesat misalnya :D PS : saya sendiri sampai sekarang belum bisa baca sidik jari putri saya sewaktu lahir yang ditempelkan di surat kelahiran dari RS karena sama sekali nda jelas.. wong cuma dicelup ke tinta :D regards, rony - papa kayla |