wanita biasa, yg ingin bahagia | Cuma kumpulan kopi paste, mengikat ilmu, kalo lupa tinggal nyari =)


Kamis, 19 Mei 2011

puting datar, hiv, puting infeksi. BISA MENYUSUI

1. Puting masuk ke dalam tidak termasuk dalam alasan medis tidak memberikan ASI,

selain bentuk puting tidak mempengaruhi produksi ASI, bentuk puting tidak
mempengaruhi kemampuan bayi untuk menyusu karena bayi menyusu pada areola
(bagian berwarna gelap dari payudara) sehingga tidak mempengaruhi pengeluaran

ASI. Dengan modifikasi teknik menyusui yang tepat, bayi dapat menyusu langsung
ke payudara tanpa banyak masalah.

2. Produksi ASI tidak mencukupi. ASI diproduksi berdasarkan prinsip supply and
demand, yaitu semakin sering bayi disusui dan payudara dikosongkan maka

produksi ASI semakin banyak. Semakin sering bayi mendapat tambahan susu
formula maka pengeluaran ASI semakin jarang dan menyebabkan produksi ASI
berkurang. Penggunaan dot dan botol juga menyebabkan bayi kesulitan menyusu

langsung sehingga membuat ibu merasa ASI tidak cukup dan akhirnya tidak
meneruskan pemberian ASI. Cara yang paling efektif untuk memastikan bayi sejak
awal dapat menyusu sesering mungkin pada ibunya, adalah dengan melakukan

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan rawat gabung 24 jam di rumah sakit.

3. Kondisi ibu dengan kandungan nutrisi serta gizi yang kurang tidak membuat kualitas ASI-nya menurun. ASI tetap memiliki kualitas yang baik. Meskipun ibu tetap

diharapkan memperbaiki status gizinya demi kesehatan ibu.

4. Infeksi pada puting bukan jadi alasan menghentikan pemberian ASI. Selama ibu
sudah mendapat pengobatan yang adekuat pemberian ASI tetap dapat diteruskan.

Kalaupun tidak memungkinkan menyusu secara langsung, ASI dapat diperah dan
diberikan kepada bayi dengan media cangkir, sendok, pipet atau spuit.

5. Sebagian besar obat yang dikonsumsi ibu bisa masuk dalam ASI, tetapi dalam dosis yang sangat rendah sehingga tidak memberi dampak pada bayi. Sedangkan obat – obatan yang tidak aman dikonsumsi ibu menyusui hanya sedikit seperti obat

antikanker yang memerlukan ibu tidak memberikan ASI selama beberapa waktu,
tetapi ibu masih tetap dapat memberikan ASI jika memerah ASI sebelum memulai
pengobatan dan kembali menyusui jika efek obat antikanker sudah hilang dari ASI.


6. Virus HIV dapat ditularkan melalui ASI. Tetapi jika ibu ingin menyusui dan sudah
mendapatkan pengobatan (Antiretroviral) ARV sejak hamil, maka ibu dapat tetap
menyusui bayinya. Apalagi jika tidak tersedia pengganti ASI yang memenuhi kriteria

AFASS (available, feasible, afordable, sustainable, safe).

Susu formula adalah produk pengganti ASI yang salah satu bahan dasarnya adalah susu sapi. Susu sapi ini kemudian diproses, diolah secara sintetis dan diformulasikan untuk dapat memenuhi kebutuhan nutrisi dasar bayi. Sampai saat ini belum ada susu formula apapun yang komposisinya mendekati ASI, apalagi yang persis menyamai ASI. Segala zat yang terkandung dan ditambahkan secara artifisial pada susu formula, sudah ada secara alami dalam ASI. Paling tidak masih ada sekitar 200 jenis zat dalam ASI yang belum berhasil ditiru secara artifisial dan ditambahkan dalam susu formula. Bagaimana caranya membuat sel-sel darah putih, DNA ibu, hormon dan enzim-enzim aktif, faktor-faktor pertumbuhan secara artifisial sehingga bisa ditambahkan ke dalam susu formula? ASI adalah cairan hidup.