wanita biasa, yg ingin bahagia | Cuma kumpulan kopi paste, mengikat ilmu, kalo lupa tinggal nyari =)


Minggu, 29 Mei 2011

Cara menyimpan ASI PERAH dalam freezer

http://keluargasehat.wordpress.com/2008/03/15/penyimpanan-asi/


Penyimpanan ASI

 
6 Votes


Penyimpanan ASI

Dari Asuh Indonesia

ASI perah adalah ASI yang diambil dengan cara diperah dari payudara untuk kemudian disimpan dan nantinya diberikan pada bayi. Apa tidak basi? Sampai waktu tertentu dan dengan penyimpanan yang benar, ASI tidak akan basi

Misalnya, ASI tahan disimpan di dalam suhu ruangan sampai 6 jam. Jika disimpan di thermos yang diberi es batu, bisa tahan hingga 24 jam. Bahkan, kalau disimpan di kulkas ketahanannya meningkat hingga 2 minggu dengan suhu kulkas yang bervariasi. Jika disimpan di frezeer yang tidak terpisah dari kulkas, dan sering dibuka, ASI tahan 3-4 bulan. Sedangkan pada freezer dengan pintu terpisah dari kulkas dan suhu bisa dijaga dengan konstan, maka ketahanan ASI mencapai 6 bulan.

  • Taruh ASI dalam kantung plastik polietilen (misl plastik gula); atau wadah plastik untuk makanan atau yang bisa dimasukkan dalam microwave, wadah melamin, gelas, cangkir keramik. Jangan masukkan dalam gelas plastik minuman kemasan maupun plastik styrofoam.
  • Beri tanggal dan jam pada masing-masing wadah.
  • Dinginkan dalam refrigerator (kulkas). Simpan sampai batas waktu yang diijinkan (+ 2 minggu).

Jika hendak dibekukan, masukkan dulu dalam refrigerator selama semalam, baru masukkan ke freezer (bagian kulkas untuk membekukan makanan), gunakan sebelum batas maksimal yang diijinkan. (+3-6 bulan)

Mencairkan ASI

Jika ASI beku akan dicairkan, pindahkan ASI ke refrigerator semalam sebelumnya, esoknya baru cairkan dan hangatkan. Jangan membekukan kembali ASI yang sudah dipindah ke refrigerator.

Wadah Penyimpanan ASI

Aneka Wadah
a. wadah yang terbuat dari stainlees steel
b. wadah yang terbuat dari kaca (beling) dengan tutup yang rapat
c. wadah yang terbuat dari semi kaca atau plastik dengan permukaan yang keras (jenis yang tembus pandang dan tidak buram) dan tutup yang rapat
d. Kantong plastik khusus untuk menyimpan ASI
e. Kantong plastik makanan bening

Kondisi Wadah
- bening tanpa gambar
- tidak mudah bocor
- bisa dibersihkan atau disterilkan
- untuk botol kaca, simpan dalam jumlah 1/2 atau 3/4 saja untuk menghindari pemuaian yang beresiko menyebabkan botol retak atau pecah

Volume Penyimpanan ASIP
Simpan ASIP dalam jumlah sedikit atau cukup utk sekali minum, +/- 60 ml, tujuannya agar tidak ada ASI yg tersisa dan terbuang. berikan label untuk penamaan, penanggalan dan jam memerah atau memompa di tiap wadah penyimpanan ASI, bila tidak ada label dapat menggunakan penulisan langsung dengan tinta yang non toxic ASI yg lebih awal disimpan, tujuan pemberian label agar lebih mudah bagi para ibu untuk menjalankan prinsip first come first out

Tatacara Penyimpanan ASI
Waktu Penyimpanan ASI berdasarkan suhu ruang:
1. Suhu ruang (19-27C) sekitar 4-10 jam
2. Refrigerator (kulkas bawah) dg suhu 0-4C sekitar 2-3 hari
3. Freezer pd kulkas berpintu satu (suhu variatif

Meski dapat disimpan lebih lama, disarankan agar tidak terlalu lama menyimpan ASIP. Karena ASI diproduksi sesuai dg kebutuhan pertumbuhan & perkembangan anak.

Segera simpan ASI peras tidak lebih dari 1 jam dari waktu mulai memerah ke lemari pendingin, apabila direncanakan ASI perah tersebut untuk tabungan jangka waktu lama maka setelah 30 – 60 menit dilemari pendingin dapat dipindahkanke freezer/lemari pembeku.

Untuk Ibu yang memerah asi di kantor, cukup masukkan ke lemari pendingin, untuk memudahkan penstabilan suhu ketika asi dibawa pulang dalam perjalanan, sesampainya dirumah bisa langsung diletakkan di freezer, sehingga tidak terjadi turun naik suhu yang beresiko menyebabkan hilangnya beberap zat penting dalam ASI. bawa ASIP dengan wadah tertutup bisa coolbox atau tas biasa dengan didampingin blue ice atau es batu, untuk mempertahankan suhu ASIP

Jika tidak ada lemari pendingin
Ada atau tidaknya lemari pendingin/kulkas bukan hambatan bagi ibu utk menyimpan ASI. Artinya jika ditempat ibu bekerja ataupun saat ibu bepergian jauh dr bayi utk waktu lama tidak ditemukan kulkas, maka ibu dapat menyimpan botol (wadah) berisi ASI peras/pompa dalam termos es yg telah diisi es batu tentunya. Jika es batu mencair, ibu bisa menggantinya lagi. Atau ada juga cooler khusus utk mendinginkan lebih lama dg blue ice.

Tata Cara Pemberian ASI peras/pompa ke bayi
1. Bagi ibu yang memiliki banyak asi beku, berikan secara variasi antara asi beku dengan asi yang diperas 1 hari sebelum waktu pemberian

contoh
ASI akan diberikan tanggal 12 september, maka berikan asi yang diperas tanggal 11 september dan ebrikan juga asi beku yang ada di freezer dengan tanggal lebih tua, simpan juga asi yang tanggal 11 lainnya untuk mengganti persediaan asi beku yang digunakan

Hal ini mengingat salah satu prinsip asi yang dihasilkan sesuai kebutuhan Bayi dan berubah setiap harinya

2. Cairkan ASI beku terlebih dahulu di kulkas bawah/lemari pendingin, baru kemudian setelah mencari didiamkan di suhu ruang, atau bisa direndam dalam wadah berisi air dingin, kemudian bertahap ke wadah berisi air hangat 

3.JANGAN menghangatkan ASI dalam suhu tinggi, merebus atau memanaskan dengan microwave

4. Kocok wadah ASIP secara perlahan sebelum diberikan ke bayi.

5. Alat Pemberian ASIP
- sendok yang tidak tajam
- pipet
- sendok khusus
- gelas atau cangkir kecil
dsb. Untuk bayi

Petunjuk penyimpanan ASI Perah (ASIP) ini berlaku bagi para ibu yang:

· Memiliki bayi yang sehat dan tidak lahir secara prematur; dan

· Menyimpan ASIP untuk kebutuhan di rumah dan bukan untuk keperluan selama berada di Rumah Sakit

Yang perlu diingat sebelum mulai menyimpan ASIP:

· Mencuci tangan sebelum memerah atau memompa ASI

· Mencuci wadah penyimpanan ASIP serta peralatan pompa ASI dengan air panas dan sabun (pastikan apabila menggunakan pompa ASI anda mengikuti instruksi pencucian yang tertera pada kemasan produk), dan disiram sekali lagi dengan air matang – tidak perlu untuk disterilkan

· Jangan lupa untuk memberikan label hari dan tanggal ASIP diperah atau dipompa pada wadahnya

Tatacara menyimpan ASIP:

· Sebelum dimasukkan ke dalam freezer, ASIP didinginkan terlebih dahulu di dalam lemari es/kulkas

· Sebaiknya menyimpan ASIP sebanyak 60 – 120ml per botol/wadah untuk mengurangi sisa ASIP yang terbuang

· Apabila memungkinan, gunakan ASIP yang masih disimpan di dalam lemari es/kulkas daripada ASIP yang sudah dibekukan didalam freezer – kandungan nutrisi dan zat-zat anti infeksinya lebih banyak

· Gabungan ASIP dari hasil beberapa kali perah/pompa dapat dilakukan dalam 1 botol/wadah sesuai dengan metode penyimpanan ASIP dibawah ini — contoh: ASI segar dapat digabungkan dalam 1 wadah dengan ASIP lainnya yang masih disimpan dalam suhu ruangan, namun apabila ingin digabungkan dalam 1 wadah dengan ASIP yang disimpan di dalam lemari es/kulkas harus didinginkan terlebih dahulu, dan apabila ingin digabungkan dalam 1 wadah dengan ASIP beku dalam freezer, maka selain harus didinginkan terlebih dahulu jumlahnya juga harus lebih sedikit dibandingkan dengan ASIP beku yang sudah tersimpan dalam wadah tersebut

Metode Penyimpanan ASIP


ASI

Suhu Ruangan

Lemari Es / Kulkas

Freezer



ASI yang baru saja diperah (ASI segar)

Kolostrum – hari ke-5 (12-24 jam dalam suhuASI matang:24 jam dalam suhu 15ºC10 jam dalam suhu 19-22ºC4-6 jam dalam suhu 25ºC

3–8 hari dengan suhu 0-4ºC.
Jangan simpan di bagian pintu, tetapi simpan di bagian paling belakang lemari es/kulkas – paling dingin dan tidak terlalu terpengaruh perubahan suhu

2 minggu dalam freezer yang terdapat di dalam lemari es/kulkas (1 pintu).
3-4 bulan dalam freezer yang terpisah dari lemari es/kulkas (2 pintu).
6–12 bulan dalam freezer khusus yang sangat dingin(<18ºc)


ASIP beku— dicairkan dalam lemari es/kulkas tapi belum dihangatkan

Tidak lebih dari 4 jam(yaitu jadwal minum ASIP berikutnya)

Simpan di dalam lemari es/kulkas sampai dengan 24 jam

JANGAN masukkan kembali dalam freezer

ASIP yang sudah dicairkan dengan air hangat

Untuk diminum sekaligus

Dapat disimpan selama 4 jam atau sampai jadwal minum ASIP berikutnya

JANGAN masukkan kembali dalam freezer

ASIP yang sudah mulai diminum oleh bayi dari botol yang sama

Sisa yang tidak dihabiskan harus dibuang

Dibuang

Dibuang


Wadah penyimpanan ASIP:

· Botol atau jenis wadah lainnya yang terbuat dari kaca (beling) dengan tutup yang rapat

· Botol atau wadah plastik dengan permukaan yang keras (jenis yang tembus pandang dan tidak buram) dan mempunyai tutup yang rapat

· Kantong plastik khusus untuk menyimpan ASIP

· Kantong plastik makanan dengan label ”food grade”

Cara menghangatkan ASIP:

· Gunakan ASIP dengan hari dan tanggal yang paling lama terlebih dahulu

· Apabila bau dan rasanya basi, untuk amannya berarti ASIP tersebut memang sudah basi

· Cairkan ASIP beku selama 12 jam dalam lemari es/kulkas sebelum diberikan kepada bayi

· Hangatkan ASIP dingin dengan cara meletakkan botol/wadah ASIP di dalam mangkuk berisi air hangat, atau pegang botol/wadah ASIP dibawah aliran air hangat

· JANGAN panaskan ASIP diatas kompor – JANGAN direbus

· JANGAN panaskan ASIP dalam microwave

· Karena ASI tidak bersifat homogen, maka apabila disimpan cenderung untuk terjadi proses pemisahan, dimana lemaknya akan naik keatas dan membentuk lapisan krim – cukup kocok secara perlahan-lahan sebelum diberikan kepada bayi

· Jangan lupa untuk memeriksa suhu ASIP yang sudah dihangatkan sebelum diberikan kepada bayi

· Apabila perlu, cicipi ASIP terlebih dahulu sebelum diberikan kepada bayi

CATATAN KHUSUS – KADAR ENZIM LIPASE YANG TINGGI

Para ibu yang memiliki ASI dengan kadar enzim lipase yang tinggi seringkali menemukan bahwa ASIP mereka sangat berminyak dan berbau seperti sabun. Enzim lipase berfungsi untuk menguraikan kandungan lemak dalam ASI – semakin tinggi kadar enzim ini, maka akan semakin cepat sel-sel lemaknya terurai sehingga menghasilkan ASI dengan bau yang sangat khas tersebut. Akibatnya, banyak bayi yang menolak untuk minum ASIP dengan ”bau sabun” padahal ASIP tersebut masih sangat layak untuk diminum.

Bagaimana cara mengatasinya? Apabila bayi memang menolak untuk minum ASIP tersebut, maka ASI segar yang baru saja diperah dan belum dimasukkan ke dalam lemari es/kulkas, dipanaskan terlebih dahulu diatas kompor sampai hampir mendidih (70-80ºC saja) setelah itu langsung diangkat/didinginkan sebelum dimasukkan ke dalam lemari es/kulkas. Dengan memanaskan terlebih dahulu seperti ini, maka proses kerja penguraian sel-sel lemak oleh enzim lipase akan dihentikan.

Bagaimana cara mengetahui ASI anda mempunyai kadar enzim lipase yang tinggi?

· Perah ASI anda seperti biasa, lalu biarkan ASI tersebut pada suhu ruangan selama 30 menit. Perah lagi ASI baru, lalu bandingkan rasanya antara ASI yang baru saja diperah dengan yang sudah dibiarkan dalam waktu 30 menit tadi.

· Bisa juga bandingkan ASI yang baru diperah (ASI segar) dengan ASIP yang sudah disimpan di kulkas (yang sudah didinginkan).

· Coba juga bandingkan lagi ASI segar dengan ASIP yang sudah dibekukan di dalam freezer.

· Bandingkan lagi ASI segar dengan ASIP dingin atau beku yang sudah dicairkan dan dihangatkan.

Kalau diantara percobaan-percobaan tersebut tidak ada perbedaan rasa (mungkin sedikit berbeda, tetapi tidak terlalu tajam/mencolok perbedaan rasa dan baunya), maka kadar enzim lipase anda tergolong normal.

Sumber:

1. The Breastfeeding Book: Everything You Need to Know About Nursing Your Child From Birth Through Weaning, Sears, R.N., Martha dan William Sears, M.D., Parenting Libary, 2000.

2. Breastfeeding Made Simple: Seven Natural Laws for Nursing Mothers, Mohrbacher, IBCLC, Nancy dan Kathleen Kendall-Tackett, Ph.D, IBCLC, New Harbinger Publications, Inc., 2005.

3. La Leche League International: The Womanly Art of Breastfeeding 7th ed., Plume, 2004.

4. http://www.kellymom.com/bf/pumping/lipase-expressedmilk.html

http://www.drjaygordon.com/development/bf/worknursetips.asp

FAQ Seputar Penyimpanan ASI

BERAPA LAMA ASI HASIL POMPA/PERAS BISA DISIMPAN PADA SUHU RUANG?
Jika ruangan tidak ber-AC, disarankan tidak lebih dari 4 jam
Jika ruangan ber-AC, bisa sampai 6 jam
-catatan: suhu di atas harus stabil, misalnya ruangan ber-AC, tidak mati
sama sekali selama botol ASI ada di dalamnya.

BERAPA LAMA ASI HASIL POMPA/PERAS BISA DISIMPAN PADA SUHU LEMARI ES?
Jika Ibu mengetahui bahwa dalam 4 jam ke depan ASI hasil pompa/peras tidak akan diberikan pada bayi, maka segeralah simpan di lemari es. ASI ini bias bertahan sampai 8 (delapan) hari dalam suhu lemari es, jika ditempatkan dalam compartment yang terpisah dari bahan makanan lain yg ada di lemari es tsb.
Jika lemari es Ibu kebetulan tidak memiliki compartment terpisah untuk
menyimpan botol ASI hasil pompa/perasan, maka sebaiknya ASI tersebut jangan disimpan lebih dari 3 x 24 jam.
Ibu juga dapat “membuat” compartment terpisah dengan cara menempatkan botol ASI dalam container plastik yang tentunya dibersihkan terlebih dahulu dengan baik.

BERAPA LAMA ASI HASIL POMPA/PERAS BISA DISIMPAN PADA SUHU FREEZER?
ASI hasil pompa/perasan dapat disimpan dalam freezer biasa sampai 3 (bulan) lamanya. Namun Ibu jangan menyimpan ASI ini di bagian pintu freezer, karena bagian ini yang mengalami perubahan dan variasi suhu udara terbesar.

Jika Ibu kebetulan memiliki freezer penyimpan daging yang terpisah (biasanya disebut deep freezer) yang umumnya memiliki suhu lebih rendah dari freezer biasa, maka ASI hasil pompa/perasan bahkan dapat disimpan sampai dengan 6 (enam) bulan di dalamnya.

BAGAIMANA CARA MENYIMPAN ASI HASIL POMPA/PERASAN YANG BAIK?
- Simpan ASI dalam botol yang telah disterilkan terlebih dahulu
- Botol yang paling baik sebetulnya adalah yang terbuat dari gelas/beling,namun jika terpaksa menggunakan botol plastik, pastikanlah bahwa plastiknya cukup kuat (tidak meleleh jika direndam dalam air panas)
- Jangan pakai botol susu yang berwarna / bergambar, karena ada kemungkinan catnya meleleh jika terkena panas
- Jangan lupa bubuhkan label setiap kali Ibu akan menyimpan botol ASI,
dengan mencantumkan tanggal dan jam ASI dipompa/peras
- Simpan ASI di dalam botol yang tertutup rapat (jangan ditutup dengan dot,karena masih ada peluang untuk berinteraksi dengan udara)
- Jika dalam satu hari Ibu memompa/memeras ASI beberapa kali, bisa saja Ibu menggabungkan hasil pompa/perasan tsb dalam botol yang sama, dengan catatan bahwa suhu tempat botol disimpan stabil, antara 0 s/d 15 derajat Celcius).
Penggabungan hasil simpanan ini bisa dilakukan asalkan jangka waktu
pemompaan/pemerasan pertama s/d terakhir tidak lebih dari 24 jam

BAGAIMANA CARA PEMBERIAN ASI YANG SUDAH DIDINGINKAN KEPADA BAYI?
- Panaskan ASI dengan cara:
(a) membiarkan botol dialiri air panas (bukan mendidih) yang keluar dari
keran
ATAU
(b) merendam botol di dalam baskom / mangkuk yang berisi air panas (bukan mendidih)

- Jangan sekali-sekali memanaskan botol dengan cara mendidihkannya dalam
panci, menggunakan microwave atau alat pemanas lainnya (kecuali yang memang di-design untuk memanaskan botol berisi simpanan ASI)

- Ibu tentunya mengetahui berapa banyak bayi Ibu biasanya sekali meminum
ASI. Sesuaikanlah jumlah susu yang dipanaskan dengan kebiasaan tsb. Misalnya dalam satu botol Ibu menyimpan sebanyak 180 cc ASI tetapi bayi Ibu biasanya hanya meminum 80, jangan langsung dipanaskan semua. INGAT bahwa susu yang sudah dipanaskan tidak bisa disimpan lagi!

BAGAIMANA SAYA MENGETAHUI APAKAH ASI YANG DISIMPAN SUDAH BASI?
Sebenarnya jika Ibu mengikuti pedoman pemompaan/pemerasan ASI dan penyimpanan yang baik, ASI tidak akan mungkin basi. Kadang memang setelah disimpan / didinginkan akan terjadi perubahan warna dan rasa, tapi itu tidak menandakan bahwa ASI sudah basi. Asalkan Ibu berada dalam keadaan bersih ketika memompa/memeras, menyimpan ASI dalam botol yang steril & tertutup rapat, dalam jangka waktu yang dijabarkan seperti di atas dan saat memanaskan juga mengikuti petunjuk, mudah-mudahan ASI Ibu terjaga dalam kondisi yang baik.

Dibandingkan susu formula, ASI lebih tahan lama. Pada saat berinteraksi dengan udara luar, biasanya yang terjadi bukan pembusukan ASI tetapi lebih merupakan berkurangnya khasiat ASI, terutama zat yang membantu pembentukan daya imun bayi.

SELAMAT ! Bayi Ibu sungguh beruntung memiliki Ibu yang menyadari betul arti dan manfaat pemberian ASI dalam awal kehidupannya. Semoga ia tumbuh sehat dan selalu berada dalam lindungan Tuhan. Amiin.
————————————————————————
Nara Sumber:

Barger, J. and Bull, P.A., Comparison of the bacterial composition of breast milk stored at room temperature and stored in the refrigerator. Intl Journal of Childbirth Ed 2: pages 29 and 30 1987.
Hamosh, M. et al., Breastfeeding and the working mother effect of time and temperature of short term storage on proteolysis, lipolysis, and bacterial growth in milk. Pediatrics 97 (4) 492 to 498, 1996
Mohrbacher, N. and Stock, J., The Breastfeeding Answer Book, La Leche League International, 1997, pp 30 to 31.
Pardou, A. et al., Human milk banking: influence of storage processes and of bacterial contamination on some milk constituents. Biol Neonate 65:302 to 309, 1994

ASI perah :

di ruangan biasa dengan suhu biasa : 6 – 8 jam
di dalam termos es : 1x 24 jam
di dalam lemari es (tempat sayur) : 2x 24 jam
di dalam freezer 1 pintu : 2 minggu
di dalam freezer 2 pintu 3 bulan

ASI adalah cairan hidup yang mengandung makanan dan anti infeksi, jadi
cara penyimpanannya menentukan kualitas anti infeksi dan zat gizi ASI
yang dikandungnnya, nah anti infeksi dalam asi ini yang membantu asi
segar lebih lama, anti bakteri mengurangi pertumbuhan bakteri dalam
asi perah yang disimpan.

tempat penyimpanan disarankan di dalam botol gelas atau botol plastik
keras, volumennya bisa 80 – 100 CC.

selalu untuk menulis label jam dan tanggal dibuat, dan sebaiknya
sebelum di simpan ke freezer dinginkan dulu kurang lebih 30 menit di
lemari es.

terimakasih semoga bermamfaat..

SENRA LAKTASI INDONESIA
http://selasi.org
kami membuka konsultasi lewat telp ke nomor :
021-83795168

Panduan Menyimpan ASI

ASI yang diperah atau dipompa haruslah disimpan secara benar untuk memaksimalkan kandungan nutrisi dan kualitas yang terkandung di dalamnya. ASI sebenarnya memiliki kandungan anti-bakteri untuk mempertahankan kesegarannya. ASI yang baru diperah atau dipompa pasti akan lebih segar dan memiliki kualitas yang baik/

Informasi dibawah ini dihasilkan dari riset terkini dan berlaku bagi para ibu yang:

§ Memiliki anak yang sehat dan lahir tidak premature (full-term babies)

§ Menyimpan ASI untuk keperluan di dalam rumah (bukan untuk keperluan di RS)

§ Mencuci tangannya sebelum memerah atau memompa

§ Menggunakan wadah atau tempat penyimpanan ASI yang telah dibersihkan dengan air panas, sabun dan telah disiram dengan air bersih.

§ Semua ASI yang disimpan harus diberi tanggal sesuai hari di saat ASI itu diperah atau dipompa.

Panduan Menyimpan ASI

Menyimpan sekitar 60 – 120 ml per botol sangat disarankan untuk mengurangi sisa ASI. ASI yang disimpan di kulkas lebih besar kandungan anti-infeksinya disbanding ASI yang beku dari freezer. Masukkan ASI kedalam kulkas biasa dulu untuk merendahkan suhunya baru pindahkan ke dalam freezer.

ASI bisa disimpan:

Dalam suhu ruangan (19-22°C) sampai 10 jam lamanya

Di dalam kulkas (0-4°C) sampai 8 hari (usahakan di bagian paling belakang dari kulkas) sampai 8 hari lamanya

Di dalam freezer (dengan suhu bervariasi tergantung berapa sering pintu freezer dibuka dan ditutup) sampai 2 mingg

Di dalam freezer dengan bagian khusus yang memiliki tutup terpisah dari pintu freezer (dengan suhu bervariasi tergantung berapa sering pintu freezer dibuka dan ditutup) sampai 3-4 bulan.

Di dalam freezer yang sangat dingin (-17 sampai -8°C) sampai 6 bulan lamanya

Tempat untuk menyimpan ASI

ASI yang disimpan di kulkas atau ASI beku dapat ditempatkan pada:

  • Plastik dengan permukaan keras (seperti botol bayi) atau wadah yang terbuat dari gelas dengan tutup yang rapat.
  • Kantong ASI yang didesain khusus untuk penyimpanan dalam freezer.

Catatan: botol susu sekali pakai tidak direkomendasikan untuk dipakai.

Bagiamana cara menghangatkan ASI?

Rendam atau aliri botol dengan air panas.

ASI jangan dipanaskan sampai mendidih

Perlahan kocok-kocok ASI sebelum mengukur suhunya. Mengocok secara perlahan juga akan membantu mencampur bagian yang mengental dengan yang cair.

Dilarang menggunakan microwave dalam menghangatkan ASI.

ASI beku yang telah dicairkan

Jika ASI beku telah dicairkan, masih bisa disimpan dalam kulkas biasa sampai 24 jam ke depan. Tetapi ASI tidak boleh dibekukan lagi. Tidak diketahui dengan pasti apakah ASI yang tersisa di botol aman dan masih baik kondisinya untuk diminumkan lagi kepada bayi pada saat minum berikutnya. Untuk mencegah hal ini, sebaiknya ASI disimpan dalam botol yang tidak terlalu besar, jadi mengurangi sisa ASI yang tidak terminum.

Menurut buku THE BREASTFEEDING ANSWER BOOK, halaman 228, beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat kandungan zat dalam ASI yang tak dikenal untuk melindungi ASI dari bakteri dan kontaminasi. Sebuah studi, Barger & Bull 1987, mnemukan secara statistik bahwa tidak ada perbedaan kadar bakteri dalam ASI yang telah disimpan 10 jam dalam suhu ruangan dengan ASI yang telah disimpan selama 10 jam. Bahkan sebuah penelitian lain, Pardou 1994, menemukan bahwa setelah 8 hari disimpan di kulkas ada kecenderungan ASI memiliki kadar bakteri yang lebih rendah dibanding saat setelah diperah atau dipompa.

Sumber: diterjemahkan dari situs La Leche League ( http://www.lalecheleague.org )

ASI di freezer & Cara Penyimpanan Asi

Sumber: ibu ibu DI

Tanya
Selama ini aku tidak pernah menyimpan asi di freezer (menyimpannya di kulkas biasa), jadi perasan asi hari ini selalu dipakai keesokan harinya (tidak lebih dari 24 jam). Waktu kemarin bahas asi eksklusif ada beberapa ibu yang menyimpan asinya di freezer untuk beberapa hari. Sudah 1-2 bulan ini aku mulai ikut menyimpan asi di freezer, perasan asi hari jumat dipakainya hari senin. Pertanyaanku, apakah asi yang disimpan di freezer itu hasil ‘pemanasan’nya (setelah dikeluarin dan direndam di air panas) sama dengan asi yang disimpan di kulkas biasa? masalahnya, asiku yang kusimpan di freezer setelah dikeluarin dan dipanasin’ warnanya agak kekuningan dan berminyak. Sudah begitu anakku agak ogah-ogahan kalau hari senin minum asi yang dari frezzer ini. Memang kalau kuperhatikan lebih fresh yang disimpan di kulkas biasa (hasil perasan sehari sebelumnya). Apa memang seperti itu? atau asiku sudah ‘rusak’? atau kebetulan saja anakku pas malas minum asi? (Llk)

Jawab
Kalau aku simpan ASI di Freezer, ASI sebelum dipakai, mesti ditaruh dulu didalam refrigator, minimal 5 jam sampai dia tidak beku lagi, baru deh habis itu bisa diproses seperti ASI yang disimpan di Refrigator. Nah kalau ASI beku langsung dipanaskan, memang nantinya suka pecah, jadi agak berminyak, dan pasti tidak enak [It]

Asi beku dari freezer jangan langsung dipanasin, bisa rusak, kalau aku dulu, misalnya mau diminum siang, pagi keluarin dari freezer, taruh di kulkas bagian bawah, ntar pas mau diminum baru dipanasin. Tapi dulu itu aku sering mbandel juga, asi perasan jumat yang untuk diminum senin siang sering tidak aku simpan di freezer, cuma aku taruh persis dibawahnya freezer. Alhamdulillah anakku tidak apa-apa & tetap doyan. Kalau untuk cadangan/bakal disimpan lama, baru aku taruh di freezer. [Rat]

Aku juga pakai sistem diturunin dulu ke kulkas bagian bawah, tapi entah kenapa jadinya tetap agak berminyak begitu ya ? karena semalam asisten laporan kalau anakku susah minum asi kalau yang dari freezer itu, jadinya kepikiran apa memang asinya yang sudah ‘rusak’ atau kebetulan saja ya? Mudah-mudahan cuma kebetulan saja dia pas males minum. (Llk)

Kalau mau pakai asi dari freezer, direndam air biasa dulu (jangan air panas). Nanti kalau sudah netral suhunya, baru direndam di air hangat [Has]

Aku dulu sering juga menyimpan ASI di freezer. Berdasar literatur yang aku baca. ASI yang disimpan di freezer memang akan rusak emulsinya, ini yang menyebabkan jadi terpisahnya lemak susu dari ikatannya, karena proses pendinginan dan pembekuan. Jadi terlihat berminyak/ terpisah minyaknya saat pencairan. Dijelaskan juga bahwa itu tidak berarti ASI tersebut rusak, kandungan gizinya akan tetap lengkap yang berkurang adalah zat kekebalan tubuh yang terkandung di ASI secara alami. Aku untuk Senin biasanya stok dari Sabtu, tidak perlu di freezer tidak papa. Cuma untuk jaga-jaga waktu lama memang ku masukan ke freezer dalam kantong plastik yang sudah kuberi tanggal dan jam perah. [al]

Kalau aku habis diturunin ke kulkas bawah; mis. untuk senin pagi, minggu malem dituruninnya; senin paginya kan belum tentu sudah cair semua. Dicairkan dulu di air biasa. Baru masukkan kembali ke kulkas bawah. Kalau mau dipakai, baru dituang seperlunya untuk dihangatkan di air panas. [Ri]

Harusnya sih warna kekuning-kuningan itu tidak muncul kalau proses pencairannya perlahan. Jadi jauh-jauh sebelum jadwal minum susu, min. satu jam, keluarkan botol ASI beku dan rendam di dalam mangkuk berisi air keran. Biasanya setiap kali air rendaman terasa makin dingin, aku ganti terus beberapa kali. Kalau bisa sampai sebagian besar atau malah seluruh ASI mencair. Setelah itu campur air rendaman dengan air termos – biar tidak terlalu panas – sehingga asi nantinya tidak berwarna kekuning-kuningan. Kalau punya waktu lebih lama lagi sih, turunin saja dulu dari freezer ke refrigerator, lalu ikuti proses di atas. [Jud]

Dulu anakku juga tidak mau minum asi yang sudah masuk freezer, terus, aku diberi tahu saudaraku, mungkin juga pengaruh bahan-bahan lain yang disimpan di freezer misalnya daging dll, walaupun zat di dalam asi-nya mungkin tetep sama tapi baunya mungkin sudah beda, jadi mungkin beli kulkas musti 2 ya kalau punya baby. [ver]

Kan ada yang untuk penetral bau di kulkas harganya sekitar Rp. 5000,00 yang kecil aku beli di supermarket Bagus merknya, ada juga merk Gajah (maaf sebutin brand), cari saja sekitar kapur barus, pemakaian buat jangka waktu 6 bulan. [Nik]

Panduan Menyimpan ASI

ASI yang diperah atau dipompa haruslah disimpan secara benar untuk memaksimalkan kandungan nutrisi dan kualitas yang terkandung di dalamnya. ASI sebenarnya memiliki kandungan anti-bakteri untuk mempertahankan kesegarannya. ASI yang baru diperah atau dipompa pasti akan lebih segar dan memiliki kualitas yang baik/

Informasi dibawah ini dihasilkan dari riset terkini dan berlaku bagi para ibu yang:

· Memiliki anak yang sehat dan lahir tidak premature (full-term babies)

· Menyimpan ASI untuk keperluan di dalam rumah (bukan untuk keperluan di RS)

· Mencuci tangannya sebelum memerah atau memompa

· Menggunakan wadah atau tempat penyimpanan ASI yang telah dibersihkan dengan air panas, sabun dan telah disiram dengan air bersih.

· Semua ASI yang disimpan harus diberi tanggal sesuai hari di saat ASI itu diperah atau dipompa.

Panduan Menyimpan ASI

Menyimpan sekitar 60 – 120 ml per botol sangat disarankan untuk mengurangi sisa ASI. ASI yang disimpan di kulkas lebih besar kandungan anti-infeksinya disbanding ASI yang beku dari freezer. Masukkan ASI kedalam kulkas biasa dulu untuk merendahkan suhunya baru pindahkan ke dalam freezer.

ASI bisa disimpan:

· Dalam suhu ruangan (19-22°C) sampai 10 jam lamanya

· Di dalam kulkas (0-4°C) sampai 8 hari (usahakan di bagian paling belakang dari kulkas) sampai 8 hari lamanya

· Di dalam freezer (dengan suhu bervariasi tergantung berapa sering pintu freezer dibuka dan ditutup) sampai 2 minggu

· Di dalam freezer dengan bagian khusus yang memiliki tutup terpisah dari pintu freezer (dengan suhu bervariasi tergantung berapa sering pintu freezer dibuka dan ditutup) sampai 3-4 bulan.

· Di dalam freezer yang sangat dingin (-17 sampai -8°C) sampai 6 bulan lamanya

Tempat untuk menyimpan ASI

ASI yang disimpan di kulkas atau ASI beku dapat ditempatkan pada:

  • Plastik dengan permukaan keras (seperti botol bayi) atau wadah yang terbuat dari gelas dengan tutup yang rapat.
  • Kantong ASI yang didesain khusus untuk penyimpanan dalam freezer.

Catatan: botol susu sekali pakai tidak direkomendasikan untuk dipakai.

Bagiamana cara menghangatkan ASI?

§ Rendam atau aliri botol dengan air panas.

§ ASI jangan dipanaskan sampai mendidih

§ Perlahan kocok-kocok ASI sebelum mengukur suhunya. Mengocok secara perlahan juga akan membantu mencampur bagian yang mengental dengan yang cair.

§ Dilarang menggunakan microwave dalam menghangatkan ASI.

ASI beku yang telah dicairkan

Jika ASI beku telah dicairkan, masih bisa disimpan dalam kulkas biasa sampai 24 jam ke depan. Tetapi ASI tidak boleh dibekukan lagi. Tidak diketahui dengan pasti apakah ASI yang tersisa di botol aman dan masih baik kondisinya untuk diminumkan lagi kepada bayi pada saat minum berikutnya. Untuk mencegah hal ini, sebaiknya ASI disimpan dalam botol yang tidak terlalu besar, jadi mengurangi sisa ASI yang tidak terminum.

Menurut buku THE BREASTFEEDING ANSWER BOOK, halaman 228, beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat kandungan zat dalam ASI yang tak dikenal untuk melindungi ASI dari bakteri dan kontaminasi. Sebuah studi, Barger & Bull 1987, mnemukan secara statistik bahwa tidak ada perbedaan kadar bakteri dalam ASI yang telah disimpan 10 jam dalam suhu ruangan dengan ASI yang telah disimpan selama 10 jam. Bahkan sebuah penelitian lain, Pardou 1994, menemukan bahwa setelah 8 hari disimpan di kulkas ada kecenderungan ASI memiliki kadar bakteri yang lebih rendah dibanding saat setelah diperah atau dipompa.

Sumber: diterjemahkan dari situs La Leche League ( http://www.lalecheleague.org )


manajemen asi perah u ibu pekerja

Persiapan setelah melahirkan

  • IMD secara langsung minimal 1 jam setelah kelahiran.
  • Perbanyak kontak kulit dengan bayi.
  • Istirahat yang cukup, relaks, dan fokuskan diri Anda untuk memantapkan kegiatan menyusui.
  • Tingkatkan pasokan ASI Anda denganmenyusui bayi sesuai dengan pemintaan.
  • Perah ASI di sela-sela setelah menyusui.
  • Hindari pemberian ASIP menggunakan dot, karena berisiko terkena gejala “bingung puting”.
  • Belajar untuk memberikan ASIP kepada bayi dengan menggunakan metode selain dot: cangkir, pipet, sendok kecil, dsb.
  • Pilih dan latih pengasuh bayi yang juga mendukung pemberian ASI.
  • Mantapkan teknik memerah ASI dengan tangan, atau menggunakan pompa ASI.
  • Mulai menabung ASIP 1 bulan sebelum mulai masuk kerja. Simpan ASIP sesuai dengan tata cara yang benar.
  • Konfirmasikan kembali dengan pihak kantor / atasan anda mengenai rencana Anda untuk tetap memberikan ASI. Serta informasikan jadwal dan lokasi Anda akan memerah ASI.
  • Jika memungkinkan, gunakan 1 hari untuk uji coba meninggalkan bayi di rumah dengan pengasuh, dan Anda melakukan aktifitas perjalanan dari rumah ke kantor dan sebaliknya . Serta aktifitas memerah dan menyimpan ASIP di tempat kerja.

Persiapan ketika sudah kembali bekerja

  • Pertimbangkan untuk kembali bekerja pada hari Kamis, agar lebih mudah bagi Anda dan bayi untuk menyesuaikan ritme baru, karena hari sabtu sudah bisa bersama lagi.
  • Persiapkan segala kebuthan esok hari, pada malam hari sebelumnya.
  • Susui bayi Anda sebelum berangkat ke kantor.
  • Usahakan agar perpisahan dan pertemuan kembali dengan bayi dilaksanakan dalam suasana gembira.

Ketika berada di kantor:

  • Perah atau pompa ASI sesuai jadwal menyusu bayi Anda atau minimal dalam rentang waktu 3 jam.
  • Perah atau pompa ASI secara teratur sesuai dengan jadwal dan sebelum payudara Anda terasa penuh.
  • Gunakan cara yang benar untuk menyimpan dan mengangkut ASIP.
  • Pastikan bahwa pengasuh bayi Anda mengeri tata cara pemberian ASIP yang benar.
  • Minta kepada pengasuh bayi Anda untuk tidak memberikan ASIP ketika anda sudah dekat rumah.
  • Susuilah bayi Anda ketika sudah kembali pulang, pada malam hari, di akhir pekan dan setiap saat Anda sedang bersama bayi.
  • Minta dukungan sesama rekan kantor dalam upaya anda untuk terus memberikan ASI.
  • Carilah sesama ibu bekerja yang juga menyusui untuk saling tukar pendapat pengalamam dan saling mendukung.

http://aimi-asi.org/2010/10/orang-tua-bekerja-pun-bisa-sukses-memberi-asi-eksklusif/


cara pemberian asi perah SELAIN dot

Bayi = Botol dan Dot? Benarkah?

Siapa diantara kita yang setuju, bahwa rata-rata ibu membeli botol dan dot dalam mempersiapkan kehadiran bayi mungilnya. Hal yang sama juga terjadi pada saya ketika mempersiapkan kelahiran anak pertama 6 tahun silam. Dalam bayangan saya yang namanya bayi ya minum susunya (baik susu formula ataupun ASI Perah) adalah melalui botol dan dot. Belum lagi tawaran dan iklan menarik mengenai puting dot yang dibuat semirip dengan puting ibu ataupun iklan yang mengatakan botol ini anti kolik dan tidak membuat bayi kembung.

6 tahun silam saya belum banyak tahu tentang pemberian susu melalui media lain selain botol dan dot. Sekarang, selain mulai banyak belajar saya juga menerapkan hal ini pada anak kedua saya dan ternyata berhasil, tidak sesulit yang saya bayangkan. Ini semakin membuat saya yakin untuk bisa membagikan pengalaman saya disini, karena sulit bagi saya untuk membagi sesuatu yang tidak saya yakini.

Banyak ibu yang bertanya pada saya, ”Apa sih keuntungannya memberikan ASIP melalui media selain botol dan dot?”. Biasanya, saya lalu mencoba menjawab seperti ini:

  • Bayi terhindar dari bingung puting.
    Bingung puting adalah keadaan dimana bayi memilih untuk menggunakan botol dan dot karena cara kerja meminum ASI dari botol dan dot dan payudara berbeda. Melalui botol dan dot bayi tidak harus suckling melainkan hanya sucking. Sedangkan pada payudara bayi harus menggunakan lidahnya untuk merangsang keluarnya ASI. Sedangkan pada botol dan dot bayi hanya menyedot dan aliran ASIP sudah keluar dengan derasnya.
  • Bayi mendapatkan kepuasan oral hanya dari puting payudara ibunya tidak dari puting botol dan dot.
    Ketika ibu pulang dari bepergian atau bekerja, bayi akan bersemangat untuk menyusu langsung ke payudara ibunya. Hal ini tentunya bermanfaat karena bonding dengan ibu tetap terjalin kuat meskipun ibu tidak bisa selalu berada bersama bayi.
  • Penggunaan botol dan dot meningkatkan resiko infeksi telinga pada bayi.
  • Menyapih anak dari botol dan dot lebih sulit dibanding menyapih dari payudara. Sedangkan bayi yang tidak menggunakan dot kita tidak usah memikirkan bagaimana menyapih dari gelas kan? Krn seumur hidup kita minum pake gelas.

Pertanyaan selanjutnya yang muncul adalah, ”lalu, bagaimana memberikan ASI Perah pada bayi jika penggunaan botol dan dot dapat menimbulkan banyak risiko?”

Banyak ibu yang belum mengetahui, bahwa pemberian ASI Perah dapat menggunakan beberapa media, seperti: gelas sloki, sendok, pipet, spuit dan softcup feeder. Seperti apa media pemberian ASI dan bagaimana cara menjelaskannya, yuk, kita baca bersama sharing saya di bawah ini:

  1. CUP FEEDER (GELAS SLOKI)
    Pemberian ASIP melalui gelas sloki dapat dilihat pada www.drjacknewman.com → Video clips. Langkah-langkah yang dilakukan jika ingin memberikan ASIP melalui gelas sloki adalah:
    1. Gendong bayi di pangkuan dan posisikan bayi dengan kepala agak tegak, gunakan tangan untuk menopang bahu dan leher bayi.
    2. Gunakan gelas sloki kecil.
    3. Tempelkan bibir gelas sloki ke bibir bayi.
    4. Miringkan gelas sloki hingga ASIP menyentuh bibir bawah bayi dan biarkan bayi menyeruput seperti kucing yang sedang minum. Jangan menuangkan ASIP ke mulut bayi.
    5. Penting untuk menjaga aliran ASIP agar bayi tetap dapat menyeruput secara terus menerus.
    6. Lakukan perlahan karena bayi dan pemberi ASIP sedang sama-sama belajar.

    Diambil dari www.drjacknewman.com → cup feeding.

    Coba lakukan langkah-langkah diatas berkali-kali hingga bayi dan pemberi ASIP sama-sama merasa nyaman.

  2. SPOON FEEDER
    Pemberian susu melalui sendok sudah ada sejak dahulu kala, mungkin sejak botol dan dot belum ditemukan karena sendok adalah peralatan yang sangat mudah ditemukan. Ketika tiba-tiba seorang ibu harus keluar rumah dan meninggalkan bayinya dengan orang lain maka sendok adalah peralatan yang pasti ada di rumah.

    Pemberian ASIP dengan sendok pada intinya sama dengan penggunaan gelas sloki. Posisikan bayi agak tegak, kemudian tempelkan sendok yang telah diisi ASIP ke bibir bayi, biarkan mulut bayi terbuka dan sendokkan ASIP ke dalam mulut bayi. Resiko ASIP berceceran lebih banyak karena pemberi ASIP harus membawa sendok yang berisi ASIP dari gelas ke bibir bayi.

  3. PIPET dan SPUIT FEEDER.
    Pipet yang digunakan adalah pipet yang terbuat dari plastik, hindari pipet yang terbuat dari kaca karena khawatir akan melukai bayi. Cara penggunaan pipet adalah masukkan ujung pipet ke mulut bayi kemudian teteskan beberapa tetes ASIP, tunggu hingga bayi menelan ASIP nya kemudian ulangi lagi.

    Spuit yang digunakan adalah spuit ukuran besar tanpa jarum suntiknya. Isi spuit dengan ASIP kemudian dekatkan ujung spuit ke mulut bayi hingga mulut bayi terbuka, kemudian tuangkan sedikit-sedikit ke mulut bayi dan bayi akan menelan ASIPnya.

  4. SOFTCUP FEEDER
    Softcup feeeder yang ada di pasaran sekarang adalah merek Medela. Bentuknya hanpir seperti spuit besar hanya saja ujungnya lebar seperti ujung gelas sloki. Cara pemakaiannya, isi tabungnya dengan ASIP kemudian tekan ujung tabung yang dekat mulut softcup hingga ASIP mengalir ke mulut softcupnya, kemudian sama seperti cup feeder, tempelkan ke bibir bawah bayi dan biarkan dia menyeruput, jika ASIP yang di mulut softcup sudah habis tekan kembali tabungnya hingga ASIP mengalir kembali.

Yang perlu diingat ketika memberikan ASI Perah melalui media-media ini adalah:

  1. Berikan ketika bayi dalam keadaan tidak terlalu haus atau lapar. Karena kalau bayi sudah sangat lapar maka bayi menjadi tidak sabaran dan akhirnya menangis, apalagi jika bayi dan pemberi ASIP masih sama-sama belajar.
  2. Serahkan tugas memberi ASIP kepada orang lain selain ibu. Karena bayi memiliki kecenderungan untuk mengenali sekali ibunya dan ia akan memilih untuk menyusu langsung dibanding meminum ASIP.
  3. Latih bayi sedini mungkin karena semakin sering latihan maka bayi akan semakin mahir meminum ASIP dan yang memberikan ASIP juga mengetahui apa yang nyaman dan tidak nyaman bagi dirinya.
  4. Mintalah orang yang akan memberikan ASIP mencoba semua media yang ada, cup, sendok, pipet ataupun spuit dan biarkan ia memutuskan media apa yang paling nyaman buat dia dan bayi kita.
  5. Masih banyak orang yang menganggap memberikan ASIP tanpa dot adalah sesuatu yang ribet dan menyusahkan dan karena kita merasa tidak enak meninggalkan bayi kita pada mereka kita akan mudah menyerah dan membiarkan bayi diberi ASIP melalui dot, pada kasus saya, saya ajak ibu saya ke klinik laktasi dan biarkan konselor laktasi menjelaskan panjang lebar mengenai keuntungan memberikan ASIP tanpa dot dan ia lebih percaya (dibanding dengan anaknya sendiri yang ngomong). Dan terbukti saat ini baik ibu saya maupun si mbak yang di rumah menyatakan jauh lebih enak ketika anak terbiasa untuk minum dari gelas dari bayi, di umur 1 tahun 5 bulan ini dia sudah bisa minum menggunakan gelas apapun juga, tidak sibuk mensteril dan mencuci botol dan dot.
http://aimi-asi.org/2010/10/bayi-botol-dan-dot-benarkah/

Jumat, 27 Mei 2011

MASIH MENYUSUI TAPI HAMIL LAGI

Dewi Handajani
Konsultasi ilmiah: dr. Rulina Suradi, Sp.A(K), IBCLC, Bagian Ilmu
Kesehatan Anak, FKUI, RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.


Kehamilan bisa saja terjadi pada saat Anda masih aktif menyusui si kecil.
Apa yang sebaiknya Anda lakukan bila mengalaminya?

Umumnya, tubuh ibu sudah mampu menghasilkan sel telur kembali yang siap dibuahi, ketika bayinya telah berusia 6 bulan. Itu sebabnya, bukan tidak Mungkin bila Anda ternyata sudah hamil lagi sementara si kecil masih membutuhkan ASI Anda. Apakah si kecil tetap Anda beri ASI, atau ia Anda sapih demi kepentingan adiknya?



Bukan alasan segera menyapih
Mungkin, setelah mengetahui bahwa Anda positif hamil lagi, timbul rasa bingung pada diri Anda. Di satu pihak, Anda masih menikmati menyusui si kecil. Di pihak lain, dengan melanjutkan memberikan ASI kepadanya, Anda merasa telah ?mengambil? porsi zat gizi yang seharusnya diberikan pada jabang bayi yang sedang tumbuh di dalam rahim Anda. Itu sebabnya, adanya kehamilan baru biasanya menjadi alasan untuk mulai menyapih si kakak.

Padahal, bila Anda ingin terus menyusui, Anda sebenarnya tidak sendiri. Hilary Dervin Flower, MA dalam artikelnya ?A New Look at the Safety of Breastfeeding During Pregnancy? yang dimuat dalam situs www.kellymom.com edisi bulan September 2003, mengatakan bahwa dari suatu penelitian terhadap 179 orang ibu yang menyusui sedikitnya selama 6 bulan, 61% di antaranya tetap menyusui saat mengetahui dirinya hamil lagi, dan 38% dari jumlah itu terus menyusui sampai si bayi lahir dan disusui bersama-sama kakaknya (tandem nursing). Hal ini ternyata juga dapat mempermudah sang kakak menyesuaikan diri atau berbagi dengan adik barunya.


Jadi, jika usia bayi Anda masih di bawah satu tahun, apalagi bila dia masih berusia di bawah 6 bulan dan masih menyusu sementara Anda hamil lagi, selama Anda tidak mengalami kelelahan atau tidak merasakan kontraksi rahim, maka Anda tetap dianjurkan untuk terus menyusuinya. American Academy of Pediatrics merekomendasikan seorang anak disusui minimum selama satu tahun, sedangkan WHO menyebutkan hal itu sebaiknya dilakukan selama dua tahun atau lebih.


Tidak jarang, tanpa Anda lakukan apa-apa, si kakak sudah mulai ?tidak menyukai? kegiatan menyusu lagi. Mungkin, karena pada kondisi hamil, rasa ASI Anda berubah dan jumlahnya pun mulai berkurang. Keadaan yang terjadi pada ASI Anda tersebut akan membuatnya mengurangi kegiatan menyusu secara bertahap.



Waspada bila....
Telah disebutkan bahwa kelelahan merupakan salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan oleh ibu hamil yang masih ingin menyusui bayinya. Karena, kelelahan dapat mengindikasikan bahwa ibu hamil yang bersangkutan terganggu kesehatannya. Perlu diketahui, secara alami tubuh Anda akan memprioritaskan pemberian zat gizi kepada janin yang sedang tumbuh tanpa mengurangi porsi yang disalurkan untuk membentuk ASI. Itu sebabnya, bila kesehatan ibu tidak optimal, maka selain kondisi fisik ibu, proses tumbuh kembang janin dan bayi juga akan terganggu.

Sehubungan dengan hal itu, bila Anda ingin tetap menyusui si kecil, Anda harus selalu berupaya untuk menjaga kondisi dan kesehatan tubuh Anda selama hamil. Berilah perhatian yang lebih baik pada pola makan Anda, baik kulitas maupun kuantitasnya Selain itu, penuhilah kebutuhan tubuh akan cairan dan cukup istirahat.


Faktor lain yang juga menentukan apakah Anda dapat tetap menyusui atau tidak, adalah ada atau tidaknya kontraksi atau tanda-tanda persalinan dini lainnya. Perlu diketahui, kontraksi rahim yang terjadi biasanya ditimbulkan oleh rangsangan isapan pada payudara yang menyebabkan kelenjar hipofisis melepaskan oksitosin (hormon yang selain merangsang refleks pengaliran ASI juga dapat mempercepat kelahiran).


Jadi, Anda sebaiknya berhenti menyusui bila ada kontraksi rahim, timbul rasa nyeri di pinggang bagian bawah, terasa ada tekanan di bagian dasar panggul, timbul kram, dan keluar lendir, darah atau air ketuban. Baringkanlah tubuh Anda, lalu hubungi dokter kandungan Anda secepatnya untuk mendapatkan jalan keluar yang terbaik.


Pada dasarnya, selama kehamilan Anda sehat, Anda tidak perlu takut untuk tetap menyusui si kecil. Beberapa penelitian terbaru juga menyimpulkan bahwa tidak ada teori yang melatarbelakangi anggapan bahwa menyusui dapat memicu terjadinya keguguran atau persalinan sebelum waktunya bila kehamilan ibu yang bersangkutan sehat. Di lain pihak, rahim juga memiliki daya tahan yang cukup kuat untuk mencegah efek dari hormon oksitosin yang dilepaskan selama berlangsungnya kegiatan menyusui.


Jadi, saat akan memutuskan apakah ia akan menyusui atau tidak saat dirinya hamil lagi, setiap ibu harus mempertimbangkan pilihannya, perasaannya, dan apa yang terjadi pada tubuhnya dengan baik. Dengan demikian, ia akan puas dan percaya bahwa keputusan yang diambil adalah keputusan yang terbaik bagi diri dan keluarganya.

A Doctor's Journal : Mengapa Tidak Mau Memberikan Imunisasi?

Seorang sejawat mengirimkan e-mail di bawah ini:“kalau bisa Anda buat tulisan tentang pentingnya imunisasi/vaksinasi karena sekarang mulai banyak keluarga muslim yang tidak mau anaknya divaksinasi dan lebih memilih "bahan-bahan" alternatif sperti beberapa merek yang sudah banyak bereder melalui sistem MLM di kalangan tertentu, walaupun saya tahu persis produk-produk tersebut belum ada penelitian Randomized Controlled Trials-nya. Ini potensi destruktifnyakanbesar sekali untuk potensi generasi di masa yang akan datang.. Mereka bahkan sdh ada yg meminta utk diadakan semacam penyuluhan untuk menginformasikan tentang bahaya/tidak perlunya vaksinansi, di antara argumennya ialah bahwa vaksin itu buatan Yahudi/strategi Amerika utk meracuni anak-anak muslim...”

Baiklah kawan, saya coba memberikan pendapat saya. Sebuah buku yang (ternyata) ditulis oleh seorang dokter (si penulis tidak menyebutkan dengan tegas bahwa ia dokter, setelah menelusuri profilnya di internet baru saya tahu) memberikan keterangan seperti ini: “Vaksinasi bisa menghancurkan sistem kekebalan tubuh kita.Paraahli klinis yang meneliti penyakit sebelum dan sesudah vaksinasi menyimpulkan bahwa vaksin dapat melemahkan sistem imun. Akibat buruk suntikan vaksin bisa terus berlanjut. Dalam kasus-kasus tertentu yang buruk, suntikan vaksin itu malah bisa membunuh orang yang diberi suntikan. Beberapa ahli juga mengatakan kalau vaksin justru melemahkan upaya tubuh untuk bereaksi secara normal terhadap penyakit. Bahkan, ia berpotensi juga memunculkan penyakit autoimun. Terdapat beberapa penyakit autoimun, di antaranya: sindrom Guillain Barre, trombositopenia, dan artritis.” Padahal beberapa halaman sebelumnya penulis menyebutkan, “sistem imun adalah upaya silaturahmi yang bertugas untuk mengembangkan suatu pola interaksi yang sehat. Hal ini dapat diamati pada proses vaksinasi, yaitu pada saat sebagian eleman mikroba patogen (penyebab penyakit) yang telah dilemahkan atau bagian yang tidak berbahaya diperkenalkan ke dalam tubuh sebagai faktor “pengingat” bagi sistem imun”. Pernyataannya kontradiktif, di bagian akhir buku penulis mengajak pembaca untuk tidak memberikan imunisasi, tetapi di halaman pembuka, ia menjelaskan imunisasi memberikan pola interaksi yang sehat dalam tubuh.Anyway, saya setuju dengan 90% isi bukunya, hanya statement tentang imunisasi dan beberapa hal kecil lain saja yang saya tidak sepakat.Juga hal-hal yang disebut di atas seperti Guillain Barre syndrome, trombositopenia, dan artritis, disebut sebagai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) atau post vaccination adverse event, yang relatif jarang terjadi, jarang sekali yang fatal, dan dijelaskan oleh dokter sebelum tindakan imunisasi dilakukan, sehingga mendapat persetujuan tindakan dari orangtua.

Bukan hal baru bagi dokter dan pasien, bahwa sebagian dokter tidak mau memberikan imunisasi bagi pasien-pasiennya.Adayang tidak mau memberikan vaksin jenis tertentu saja, ada yang menunda memberikan vaksin tertentu sampai umur lewat dari usia yang direkomendasikan, dan ada yang tidak mau memberikan semua jenis vaksin. Padahal jelas sekali, di seluruh dunia vaksinasi/imunisasi telah terbukti mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat penyakit infeksi tertentu. Sebut saja cacar (variola, bukan cacar air atau varisela) yang telah musnah dari permukaan bumi sejak tahun 1970-an, padahal sebelumnya penyakit ini telah merenggut jutaan nyawa. Sebut lagi penyakit infeksi lain seperti cacar (measles) yang memiliki komplikasi meningitis (radang selaput otak) dan pneumonia (radang jaringan paru) yang mematikan. Juga ada difteri, pertusis, tetanus, polio, dan lain-lain—name itdeh, semua vaksin yang ada—yang membuat kita hampir tidak pernah menemui kasus ini di keseharian. Padahal beberapa dekade silam ketakutan besar menimpa orangtua yang khawatir anaknya terkena penyakit-penyakit ini. Lalu mengapa dokter tidak memberikan?

Ada beberapa alasan dalam analisis pribadi saya. Pertama, sebuah isu massal menyebutkan bahwa vaksinasi adalah konspirasi Yahudi melemahkan daya tahan anak-anak berbagai umat. Toh sudah diberi vaksinasi campak, cacar air, BCG, masih bisa juga terkena campak, cacar air, dan tuberkulosis! Ya, tidak ada satupun vaksin memiliki efek protektif mencapai 100%. Semua dokter yang lulus dari fakultas kedokteran negeri ini juga tahu. Sebagai contoh, vaksinasi BCG memiliki efektivitas perlindungan terhadap TBC sebanyak 0 sampai 80%. Artinya, anak yang sudah diimunisasi BCG sangat mungkin terinfeksi TBC dan menjadi sakit di negara endemik TBC ini. Tetapi, BCG terbukti sangat efektif mencegah komplikasi TBC seperti TB milier dan meningitis TB. Vaksin-vaksin lain seperti DPT, Hepatitis B, campak, dsb memiliki angka efektifitas yang lebih tinggi dibandingkan BCG. Bayangkan saja kalau tidak ada vaksinasi campak. Padahal Depkes mencatat 30 ribu anakIndonesiameninggal per tahunnya akibat komplikasi campak (pneumonia, meningitis). Sampai-sampai diadakan PIN Campak bulan Februari tahun lalu diJakarta. Vaksinasi campak jauh mengurangi angka kesakitan dan kematian ini.

Banyak orangtua juga membuktikan anak-anak mereka tidak ada satupun yang sakit-sakitan, dan selalu sehat, padahal tidak ada yang diimunisasi barang seorang pun. Hal ini tentunya sangat mungkin. Dalam konsep epidemiologi klinik, satu anak yang tidak diimunisasi polio misalnya, tapi ia adalahcarrier(pembawa) virus polio, dapat menginfeksi seluruh anak lain yang berada di lingkungannya yang tidak mendapatkan imunisasi polio. Ini adalah hipotesis terjadinya heboh polio di Sukabumi tahun 2003 silam. Makanya seluruh anak dalam satu komunitas harus divaksinasi, tanpa kecuali.

Alasan kedua, di dalam vaksin juga disinyalir terdapat zat-zat haram, seperti babi, janin manusia yang diaborsi, dll. Selengkapnya bisa melihat ke www.halal-guide.com

Saya coba menyalin kandungan vaksin yang saya ambil dari kemasannya langsung. Ini daftarnya, sesuai merek dagang (beda pabrik bisa beda pengawet):

Infanrix-Hib (GSK), yaitu vaksinDaPT-Hibdalam satu sediaan (kombo), atau Tetract-Hib (DPT-Hib): isinya toksoid difteri, toksoid tetanus, dan tiga antigen pertusis yang dimurnikan dalam garam aluminium. Juga mengandung polisakarida kapsuler polyribosylribitol-fosfat (PRP) dari Hib. Toksin D dan T diperoleh dari kultur bakteri yang didetoksifikasi dan dimurnikan. Komponen seluler/aseluler P juga diperoleh dari bakteri B. pertusis. Kemudian semuanya diformulasikan dalam garam fisiologis, dan diawetkan dengan 2-fenoksietanol (alkohol).

Act-Hib (Aventis), isinyaHibsaja: mengandung polisakarida Hib yang terkonjugasi dengan protein tetanus, dan pengawet Trometamol dan Sukrosa, dilarutkan dengan Natrium klorida.

Varilrix (GSK), yaitu vaksinvarisela/cacar air: virus varisela-zoster strainOKAhidup yang dilemahkan, dikultur dalam sel diploid manusia MRC5.

Engerix-B (GSK), yaitu vaksinhepatitis B: antigen permukaan virus yang dimurnikan diolah dengan teknik DNA rekombinan, dimasukkan dalam aluminium hidroksida. Antigen dihasilkan melalui kultur sel kapang/yeast (Saccharomyces cerevisiae). Tidak ada satupun sel manusia hidup yang digunakan dalam pembuatannya.

MMR-II (MSD), yaitu vaksin komboMMR: virus campak hidup yang dilemahkan dikultur dalam sel embrio ayam; virus mumps hidup juga dikultur dalam embrio ayam; virus rubella hidup dikultur dalam sel diploid manusia. Tidak mengandung pengawet.

Havrix 720 (GSK), yaitu vaksinhepatitis Amati yang diawetkan dengan formalin, dimasukkan dalam aluminium hidroksida, dan dipropagasi dalam sel diploid manusia.

Typhim Vi, yaitu vaksintifoid, dari polisakarida S. Typhi, diawetkan dengan fenol dan larutan buffer yang mengandung NaCl, disodium fosfat, monosodium fosfat, dan air.

Saya masih belum bisa mendapatkan daftar isi kemasan produk Biofarma seperti BCG, Hepatitis B, polio, DPT, dan campak. Mudah-mudahan segera bisa dilengkapi.

Kira-kira komponen mana dari zat-zat di atas yang berpotensi membahayakan tubuh dan mengandung bahan haram? Saya belum menemukan bukti sahih. Semua obat yang diproses secara kimia di pabrik seharusnya mendapatkan perlakuan yang sama halnya dengan kepedulian terhadap imunisasi ini.Memang negara kita sangat bermasalah dalam status kehalalan obat-obatan dan kosmetika. Andaikan saja bisa mencontoh Malaysia, yang berusaha memproduksi sendiri vaksin halal. Maka saat ini, saya merujuk pada keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di sini (terlalu panjang jika disalin ulang):
http://www.halalguide.info/content/view/120/397/ atau http://www.halalguide.info/content/view/120/55/

Analoginya bisa dipakai untuk seluruh jenis vaksin lain (BTW, vaksin IPV yang disebut dalam fatwa ini tidak digunakan secara luas di Indonesia, yang digunakan adalah OPV). Lebih lengkap lagi tentang imunisasi juga bisa dilihat di blog Bu Lita di http://lita.inirumahku.com/

Surat pembaca saya tentang kontroversi halal imunisasi ini pernah dimuat Majalah Hidayatullah edisi November 2007. Sayangnya tidak ada soft copy-nya di web, dan belum saya salin ulang.

Pro dan kontra terhadap imunisasi atau vaksinasi tidak akan pernah berakhir. Saya bersyukur ada komunitas seperti milis SEHAT (http://groups.yahoo.com/group/sehat) yang selalu mendiskusikan dan memberikan informasi terkini tentang imunisasi dan kesehatan secara umum yang sahih (tidak semua informasi kesehatan di internet terbukti sahih secara evidence based medicine). Silakan juga buka www.sehatgroup.web.id

Sekian dulu. Wallahu a’lam.

http://arifianto.blogspot.com/2008/01/mengapa-tidak-mau-memberikan-imunisasi.html

IMUNISASI NGGAK YAAA...? -oleh umm hamzah-

Bism Allah ar Rahmaan ar Rahiim,

Beberapa minggu terakhir berseliweran beberapa catatan tentang imunisasi. Ada yang judulnya cukup seram, sampai menyebut-nyebut konspirasi. Dinyatakan dalam catatan tersebut bahwa imunisasi adalah salah satu program jangka panjang salah satu kaum (non-muslim yang jelas) untuk memusnahkan umat muslim, membuat mereka bodoh, sakit-sakitan, menjadi budak iblis dan yang terakhir, mengakali umat muslim agar do'anya tertolak (untuk tuduhan terakhir ini, saya jadi geli sendiri. Kalaupun seorang muslim terpedaya katakanlah untuk mengimunisasi anak atau dirinya dengan vaksin haram, apa iya Allah sebodoh itu ikut-ikutan menolak do'anya? Yang benar saja...:) Astaghfirullah...benar-benar perendahan terhadap keagungan Allah)

Imunisasi sudah dilakukan berpuluh-puluh tahun. Suka atau tidak, sejarah membuktikan bahwa penyakit-penyakit yang pernah mewabah di seluruh dunia dan memakan korban baik cacat permanen maupun meninggal setelah melalui perjuangan panjang saat ini berhasil ditaklukkan atau setidaknya dijinakkan penyebarannya. Bahwa ada kegagalan imunisasi di sana sini, itu tidak menjadikan kita lantas boleh menutup mata terhadap keberhasilan upaya menekan angka kecacatan dan kematian akibat penyakit-penyakit yang disediakan vaksinnya.

Faktanya, angka perbandingan antara yang gagal dan yang berhasil masih sangat jauh. Kasus jama'ah haji yang sakit setelah diimunisasi misalnya, sangat kecil dibanding jutaan lain yang berangkat dan pulang dalam keadaan sehat. Pun pada kasus-kasus kegagalan imunisasi atau kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) bisa ditelusuri sebab kegagalannya dan sebab kegagalan tersebut bukanlah si vaksin itu sendiri, melainan ada faktor-faktor seperti kekeliruan cara penyimpanan vaksin, kekeliruan prosedur pemberian vaksin dan reaksi alergik langka yang hanya terjadi pada sebagian kecil orang dan tidak mudah dideteksi dengan cara-cara pemeriksaan sederhana. Itu sebabnya pemerintah Amerika Serikat memberi semacam perlindungan kekebalan hukum bagi tenaga kesehatan bilamana terjadi kasus kesakitan, kecacatan atau meninggal akibat reaksi alergi langka seperti ini.

Lalu apa betul imunisasi menyebabkan kebodohan?
Para pakar genetika telah membuktikan bahwa tingkat kecerdasan lebih terkait dengan pola pewarisan gen dan ketepatan cara mendidik ketimbang kerusakan akibat terpapar racun yang diduga ada dalam vaksin. Fakta menunjukkan kualitas kecerdasan generasi yang saat ini berumur 40-an tahun sama sekali tidak menurun. Kapasitas belajar anak-anak justru bertambah. Dengan kurikulum pendidikan yang begitu berat, semakin banyak anak-anak menguasai berbagai bidang ilmu di usia lebih dini dibanding generasi sebelumnya.

Imunisasi ditujukan untuk menyebabkan kemerosotan moral umat muslim?
Kita lihat saja, kemerosotan moral di negara-negara dari mana vaksin berinduk lebih cepat menukik jatuh ketimbang negara-negara dimana vaksin disebarkan. Kalau memang sasarannya adalah umat muslim, tentu fenomena kemerosotan moral akan terjadi sebaliknya.

Imunisasi menyebabkan penerimanya sakit-sakitan?
Asumsi bahwa imunisasi menyebabkan penerimanya sakit-sakitan biasanya ditujukan pada anak-anak. Asumsi ini pun bisa dibantah dengan argumentasi sederhana. Pada usia dini anak-anak memang belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang matang dan variatif, itu sebabnya anak-anak di usia balita lebih sering sakit dibanding orang dewasa. Tubuh mereka masih berada dalam tahap pengenalan benda asing dan membentuk zat anti. Para ahli kesehatan anak menyebutkan bahwa di usia balita, kebanyakan anak akan menderita sakit ringan (common cold dan diare) 6 kali dalam setahun.

Anak yang tidak diimunisasi lebih sehat daripada yang diimunisasi.
Untuk pernyataan ini ada baiknya si penanya sesekali menyempatkan singgah di rumah sakit terdekat. Tanyakan, berapa kasus kecacatan dan kematian akibat meningitis TBC yang terkait dengan tidak diimunisasinya korban dengan vaksin BCG. Status kesehatan umum seseorang lebih terkait dengan gaya hidup seperti kebersihan, pola makan dan pola istirahat. Jika ketiga faktor tersebut terjaga, maka kesehatan seseorang akan lebih baik dibanding yang tidak terjaga.

Imunisasi MMR menyebabkan autisme lho....
Al hamdu lillah, penelitian membuktikan bahwa autisme sudah bisa dideteksi sejak bayi masih dalam bentuk embrio. Kalau kelainan sudah ada sejak bayi masih berbentuk embrio, maka diimunisasi atau tidak, kemungkinan besar ia akan menderita autisme. Jadi asumsi bahwa MMR menyebabkan autisme pun tidak benar.

Hampir di setiap forum diskusi tentang imunisasi yang saya ikuti, selalu saja ada argumentasi bahwa anak si A atau si B tidak diimunisasi, toh sehat sehat saja. Mungkin mereka lupa, bahwa ini PUN adalah salah satu bagian dari nikmat keberhasilan imunisasi yang telah berpuluh tahun dilaksanakan di seluruh dunia : sumber penularan beberapa penyakit yang dulu mewabah global saat ini sudah sangat minim. Itu sebabnya banyak anak yang tidak diimunisasi, tetap tidak tertular. Bagaimana mau tertular? Wongsumber penularannya sudah tidak ada atau minim dan tidak adanya sumber penularan itu adalah KEBERHASILAN DARI PROGRAM IMUNISASI yang kita nikmati sekarang. Toh tidak tertutup kemungkinan ada orang-orang carrier di tengah-tengah kita yang masih mungkin menjadi sumber penularan.

Imunisasi ditujukan untuk menekan menekan populasi umat muslim dengan menyebabkan infertilitas....
Please deh...alih-alih menyusut, populasi penduduk dunia membludag nyaris tak terkendali. Kalau pun di negara-negara dari mana vaksin berasal saat ini peningkatan jumlah penduduk bisa diperlambat itu karena mereka ogah punya anak dengan pemikiran punya anak berarti tambah pengeluaran sementara biaya hidup sangat tinggi. Sedangkan di negara-negara Islam peningkatan jumlah penduduk tetap melaju karena penduduknya dengan suka cita beranak pinak.

Kalau kita mau berfikir sejenak, betapa beruntungnya pemeluk Islam. Islam tidak melarang kita memanfaatkan teknologi yang dihasilkan oleh tangan-tangan non muslim. Islam hanya memerintahkan kita untuk bertanya kepada orang-orang yang memahami syari'ah ini sebelum mengambil keputusan dan segala puji hanya untuk Allah, betapa orang-orang seperti ini masih sangat banyak kita temui. Maka jika mereka mengeluarkan fatwanya, kita tinggal mematuhi sedangkan tanggung jawab tetap berada pada mereka. Mudah bukan? Mau melindungi diri dengan thibbun nabawi saja, silahkan, mau melengkapinya dengan teknologi yang dihasilkan oleh non muslim, setelah diketahui kebolehannya melalui fatwa para ulama, Islam pun tidak melarang. Sungguh nikmat menjadi seorang muslim. Nikmat dan mudah.

Sebagai penutup, saya ingin sampaikan bahwa saya tidak sedang menyuruh-nyuruh orang mengimunisasi anaknya atau tidak meyakini kehebatan thibbun nabawi. Imunisasi atau tidak adalah pilihan. Akan tetapi buatlah pilihan secara bijak, rasional dan faktual. Bagi yang memilih untuk tidak mengimunisasi anaknya dan anaknya tetap sehat, sudah itulah kehendak Allah yang patut disyukuri tanpa melecehkan mereka-mereka yang memilih untuk mengimunisasi sebagai bagian dari ikhtiar yang hasilnya pun sepenuhnya kembali pada kuasa Allah. Hilangkan kebiasaan menyebarkan sesuatu yang tidak jelas kebenarannya, menutup mata bahwa apa yang kita nikmati sekarang adalah juga merupakan bagian dari keberhasilan imunisasi ~ yg lagi lagi di atas segalanya adalah juga atas kehendak Allah ~ apalagi sampai menyebarkan tuduhan-tuduhan tanpa bukti yang valid.

Catatan terkait :
- Hidrosefalus akibat Imunisasi : http://www.facebook.com/note.php?note_id=493726037709
- Bahan Vaksin : http://www.facebook.com/note.php?note_id=493993642709
- Kaitan Janin Manusia dengan Vaksin : http://www.facebook.com/note.php?note_id=496772767709
- Eana al Jemberi : Imunisasi dari Segi Medis dan Syari'ah : http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150093768572247 
- Abu Muhammad Herman : Imunisasi dengan Enzim Babi : http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150370318990175&id=1084713685 
- Dr. Arifianto : A Doctor's Journal : http://arifianto.blogspot.com/2008/01/mengapa-tidak-mau-memberikan-imunisasi.html
- Salinan Surat Pertanyaan WHO Kepada Pemuka Agama Islam di Kawasan Timur Tengah Perihal Hukum Pemakaian Bahan Haram dalam Proses Pembuatan Vaksin dan Jawaban :http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fwww.immunize.org%2Fconcerns%2Fporcine.pdf&h=a4e65

Semoga bermanfaat.

http://www.facebook.com/note.php?note_id=492834417709


Kamis, 26 Mei 2011

nyasar.....

hedewwww.... payah. crossposter mp nyasar >.< bukannya k akun fb pribadi. malah ke akun fb jualan. wkwkwkwkwkwk..... bahayaaaaaaa......

ini nyoba mo betulin. smg nyasar k tempat yg benar =p maap, cm nyampah aja. 

yukkkk..... meluncur