| testing :) |
wanita biasa, yg ingin bahagia | Cuma kumpulan kopi paste, mengikat ilmu, kalo lupa tinggal nyari =)
Sabtu, 03 April 2010
Selasa, 27 Oktober 2009
Minggu, 25 Oktober 2009
Kopi Bahaya untuk Penderita Kejang Demam
http://www.surya.co.id/2009/04/04/kopi-bahaya-untuk-penderita-kejang-demam.html
Penyakit kejang demam adalah kejang yang terjadi pada saat suhu tubuh meningkat. Kejang ini pada umumnya timbul dalam 16 jam saat panas. Lamanya kejang kurang dari 15 menit. Setelah kejang penderita sadar, kadang mengantuk.
Kejang demam ini pada umumnya timbul pada umur enam bulan sampai enam tahun dengan puncaknya pada umur 14 bulan - 18 bulan. Menurut catatan didapatkan faktor keturunan dari keluarga yang menderita sakit kejang demam.
Cara mencegahnya, sebaiknya membawa penderitanya ke dokter spesialis anak setempat untuk meminta resep obat penurun panas dan obat antikejang sebagai persediaan di rumah.
Untuk pertolongan pertama bagi penderita panas:
- Beri obat penurun panas dan antikejang segera.
- Bila suhu tubuh meningkat, beri obat antikejang yang diberikan melalui anus (dubur). Perlu diketahui sekarang ada obat penurun panas dan antikejang yang diberikan lewat anus yang kerjanya cepat.
- Kompres badannya dengan air.
- Buatlah suhu ruangan yang sejuk, dapat menggunakan AC.
- Jika anak tambah menggigil, ujung tangan dan kakinya dingin, beri sarung tangan dan kaus kaki.
- Tak dianjurkan menyelimuti badan anak dengan selimut yang tebal karena panas badannya malah akan meningkat.
- Tak dianjurkan mengoleskan minyak apapun pada badan anak karena malah minyak akan menutup pori-pori kulit yang mengakibatkan panas badan tidak bisa keluar.
- Dianjurkan minum air karena kebutuhan air akan meningkat pada suhu badan yang meningkat. Dengan banyak minum, panas akan keluar bersama air keringat, kencing dan pernapasan.
Tak dianjurkan memberi minum kopi karena kopi akan menyebabkan detak jantung berdebar-debar dan anak tidak bisa tidur. Padahal pada anak yang badannya panas detak jantungnya sudah meningkat. Kopi tidak mencegah timbulnya kejang.
Segera bawa ke dokter untuk mendapat pertolongan lebih lanjut. Penyebab kejang demam pada anak umumnya infeksi saluran napas dan tenggorokan, disebabkan bakteri dan virus serta infeksi telinga.
Anak yang sakit kejang demam jarang menjadi epilepsi. Penyakit kejang demam akan menghilang pada usia enam tahun. Faktor risiko kejang menjadi sakit epilepsi antara lain bila timbulnya kejang pertama sebelum umur enam bulan; kejang yang lamanya lebih dari 15 menit; kelainan pertumbuhan dan syaraf pada penderita; adanya anggota keluarga yang menderita epilepsi. Perlu dicegah jangan sampai kejang berulang karena dapat menimbulkan kelainan motorik, gangguan mental, dan berfikir. Dr Agus Harianto SpA(K) – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Timur.
[asiforbaby] [OOT] biar gak tantrum ...
dear dibbie,
hehe udah mulai jabrik ya ama tantrum anak.. brarti dia udah punya keinginan
tp dia binun menyampaikannya. atau jg dia kecapekan or overstimulasi
(kebanyakan main misalnya).
kalo anak tantrum cara paling efektif yg pernah aku ikuti itu kita diam
tanpa kata2 sepatah katapun krn kadang kita jg terbawa emosi dan kalo ampe
keluar kata2 malah jd marah2 dan malah menyesal belakangan udah marahin anak
jd lbh baik diam saja tahan emosi kita sendiri. wajah kita pun kayak ga
peduli dgn tantrum itu. tp kita tetep jaga anak spy ga terbentur atau
menyakiti diri sendiri. ga usah bilang jangan nangis atau cup cup cup. kalo
deven soale malah dijawab "nangis aja "dan "ga cup ahhh". ya udah silahkan
nangis deh kalo gitu.. dan kita tetep diam. eyang2nya suami pun harus
sepakat ikut diemin aja. jgn trs diambil dan disayang2 makin jd senjata
untuk tantrum dan mendapatkan keinginannya krn akan ditolong org lain
(eyang, ayahnya).
dan kita jg harus yakin anak tantrum dan nangis ngamuk itu ga akan apa2. dia
tau kekuatannya kalo kecapekan jg berhenti sendiri jd jgn khawatir anak
kenapa2 kalo nangis berlama2 dia tau kemampuannya. semakin diladeni semakin
parah tantrumnya. biasanya ampe 1/2 jam-an deh begitu. stelah reda.. baru
kita ajak bicara baik2. tadi kenapa begitu kita coba terjemahkan yg td bikin
anak stress.
ada baiknya eyang dan suami disuruh baca teori tantrum jg. ada banyak kalo
dibrowsing dan hampir sama sih penerapannya. dan manjur.. dan katakan pd
mereka ini tantrum jd bukan krn anak ini nakal atau jd anak yg menyebalkan.
anak kita tetep anak baik cuma dia lg melewati fase tantrumnya ini dan harus
kita bantu menghadapi emosinya.. dan selalu kita katakan pd anak kita kalo
mereka bisa mendapat yg diinginkannya asal keinginannya itu hal2 baik bukan
hal2 yg bahaya dan cara mintanya jg dgn baik2 ga dengan marah2 atau nangis.
dan yg penting jg sering bermain dgn anak dan memahami perasaan anak. dgn
begitu anak merasa diperhatikan.jd tanpa perlu tantrum2an dia udah mendapat
perhatian kedua ortunya. jd lama2 berkurang tantrumnya. trs jg jgn banyak
melarang dan bilang ini jg bikin anak stress.. kalo terlanjur pegang benda
bahaya minta pelan2 sambil tetep waspada tp jgn direbut. kita jg marah kan
kalo lg pegang apa2 direbut anak jg sama. dan benda2 berbahaya taruh
ditempat yg ga diliat anak. kabel2 diselotip yg aman.
tantrum umumnya terjadi sih krn bayi ini masih binun menyalurkan emosinya,
dan ga ngerti cara yg baik meminta sesuatu atau kalo udah kecapekan mesti
gimana.. atau belum bisa mengutarakan yg dia inginkan. tp lama2 akan
berkurang jika kita bener menanganinya saat anak tantrum.. dan yg penting
jauhi temper tantrum kita sendiri... kalo kita jg sering tantrum ya otomatis
anak meniru ortunya akan sering tantrum..
o iya jgn lupa kita harus bereaksi saat kita ditendang atau dipukul oleh
anak jgn diam aja. kita harus tunjukkan rasa tidak suka disakiti/dipukul.
krn kita jg ga pernah pukul anak so anak jg ga bole pukul kita. tunjukkan
muka marah dan tidak suka saat anak memukul/menendang dan kalo udah ngerti
punishment ya dihukum di pojok hukuman ga usah lama2 bentar aja.
lutvita
Kamis, 22 Oktober 2009
Demam tanpa Penyebab yang Jelas (Fever of Unknown Origin/FUO)
sumber :
http://www.sehatgroup.web.id/?p=142&print=1
Demam adalah salah satu gejala paling umum yang menyebabkan anak dibawa ke dokter (19%-30% alasan kunjungan).1 Definisi demam di sini adalah suhu rektal ≥ 380C pada bayi (anak ≤ 1 tahun).2,3 Sedang pada anak ≥ 1 tahun definisinya adalah suhu rektal ≥ 38,40C atau oral (mulut) ≥ 37,80C.3
5%-20% anak yang mengalami demam tidak memiliki sumber infeksi yang jelas, bahkan setelah riwayat penyakit diteliti dan pemeriksaan fisik dilakukan.1,4 Dari 20% ini, sebagian besar terkait dengan infeksi virus yang akan sembuh dengan sendirinya.1,3,4 Sebab penting lainnya pada usia di bawah 2 tahun adalah ISK (3%-4% pada anak laki-laki dan 8%-9% pada anak perempuan).
Namun pada sebagian kecil anak, demam tanpa penyebab yang jelas (fever of unknown origin/FUO) mungkin didasari adanya bakteri dalam peredaran darahnya yang jika tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan infeksi bakteri yang berat seperti pneumonia (infeksi pada paru-paru), osteomyelitis (infeksi pada tulang) dan meningitis (infeksi pada selaput otak).2,3,4 Karena itu penanganan FUO sangat penting untuk diketahui, terutama untuk anak di bawah 3 tahun di mana hal ini cukup sering ditemui.
Riwayat Penyakit dan Pemeriksaan Fisik
Yang paling penting dilakukan dalam menangani FUO adalah mengenali apakah anak tampak baik-baik saja, sakit, atau toksik.5 Yang dimaksud dengan toksik adalah kondisi pucat atau kebiruan, dengan napas dan denyut nadi yang cepat, sulit ditenangkan, dan letargi (keadaan di mana anak tidak dapat berinteraksi dengan orang atau benda di sekelilingnya, tidak mengenali orang tua, atau menurun drastisnya kontak mata).2,6
Anak yang tampak baik-baik saja hanya memiliki < 3% kemungkinan infeksi bakteri berat. Anak yang tampak sakit memiliki 26% kemungkinan, dan anak yang tampak toksik memiliki 92% kemungkinan infeksi bakteri berat.5
Gejala atau tanda yang dapat menunjukkan penyebab tertentu demam harus diteliti. Misalnya riwayat anak menarik-narik telinganya (otitis media), batuk (masalah saluran pernapasan), muntah/diare (masalah saluran cerna), atau menangis saat buang air kecil (ISK).5
Selain itu riwayat kesehatan anak juga harus diperhatikan, misalnya hal-hal sebagai berikut:
- Anak dengan penyakit kronis yang menurunkan sistem kekebalan tubuh (seperti leukemia, HIV, diabetes, atau kelainan jantung bawaan) membutuhkan penanganan FUO yang lebih agresif.2
- Anak yang baru saja menggunakan antibiotik juga membutuhkan penanganan lebih agresif karena anak-anak ini cenderung tidak tampak sakit.
- Satu lagi yang harus diperhatikan adalah apakah anak tersebut menjalani hari-harinya di penitipan anak (day care). Anak-anak yang dititipkan di day care dan sering mengalami otitis media memiliki risiko lebih besar untuk mengalami pneumonia.
Penanganan
Dasar penanganan yang paling penting adalah apakah anak tampak toksik atau tidak.
Semua anak ≤ 3 tahun yang tampak toksik harus menjalani pemeriksaan di rumah sakit untuk meneliti kemungkinan sepsis (bakteri dalam peredaran darah) atau meningitis.6
Penanganan dengan FUO yang tidak tampak toksik dibagi menjadi 3 berdasar kelompok usia: < 28 hari, 28-90 hari, dan 3-36 bulan.
Bayi < 28 hari
Pada kelompok usia ini, semua yang mengalami demam harus menjalani evaluasi di rumah sakit.6 Pemeriksaan yang dilakukan adalah:3
- Hitung darah (eritrosit/darah merah, leukosit/darah putih dan jenis-jenisnya, platelet)
- Kultur darah
- Pemeriksaan dan kultur urin (melalui kateter atau pungsi suprapubik)
- Pungsi lumbar untuk analisis dan kultur cairan serebrospinal (dari tulang belakang)
- Kultur dan pemeriksaan feses
- X-ray dada
Selain itu juga diberikan antibiotik.
Akhir-akhir ini banyak ahli yang menyarankan agar pemberian antibiotik dan perawatan di rumah sakit dilakukan hanya pada bayi dengan FUO yang berusia < 7 hari.3,6 Sedang pada bayi antara 7-28 hari yang memenuhi kriteria risiko rendah untuk infeksi bakteri berat, penanganan dapat dilakukan dengan pemeriksaan di atas tanpa diikuti pemberian antibiotik. Bayi diobservasi hingga hasil pemeriksaan di atas diperoleh. Jika kultur bakteri negatif, maka bayi tidak memerlukan antibiotik dan dapat diobservasi di rumah dengan catatan:
- Orang tua dapat mengobservasi bayi dengan cermat
- Terdapat akses yang mudah untuk memperoleh pelayanan medis
- Dan terjaminnya follow-up si bayi
Yang termasuk dalam kriteria risiko rendah adalah sebagai berikut:2,6
Kriteria Rochester untuk Mengidentifikasi Risiko Rendah Infeksi Bakteri Berat pada Bayi Berusia < 90 Hari dengan FUO:
- Bayi tampak baik-baik saja
- Bayi sebelumnya selalu dalam keadaan sehat:
- Lahir cukup bulan (≥ 37 minggu kehamilan)
- Tidak ada riwayat pemberian antibiotik sebelum, saat, dan setelah kelahiran
- Tidak ada riwayat pengobatan hiperbilirubinemia (kuning/jaundice) tanpa sebab
- Tidak ada riwayat perawatan di rumah sakit
- Tidak ada penyakit kronis atau kongenital
- Tidak dirawat di rumah sakit lebih lama dari ibu
- Tidak ada bukti infeksi kulit, jaringan lunak, tulang, sendi, atau telinga
- Hasil laboratorium:
- Sel darah putih 5,000-15,000 per mm3
- Hitung sel batang (salah satu jenis sel darah putih) 1,500 per mm3
- ≤10 sel darah putih per lapang pandang besar (LPB) pada pemeriksaan urin mikroskopis
- ≤ 5 sel darah putih per LPB pada pemeriksaan feses mikroskopis bayi dengan diare
Antibiotik yang digunakan untuk kelompok usia ini adalah:3
- Ampicillin 100-200 mg/kg/hari intravena dalam dosis yang dibagi setiap 6 jam dan gentamicin 7.5 mg/kg/hari dalam dosis yang dibagi setiap 8 jam
- Atau ceftriaxone, 50 mg/kg/hari dalam 1 dosis
- Atau cefotaxime, 150 mg/kg/hari dalam dosis yang dibagi setiap 8 jam
Bayi 28-90 hari
Pada kelompok usia ini, bayi juga dikelompokkan dalam risiko rendah atau risiko tinggi dengan Kriteria Rochester di atas. Jika bayi memiliki risiko tinggi, maka selain dilakukan pemeriksaan lengkap, juga diberikan antibiotik.2
Jika bayi masuk dalam kategori risiko rendah, maka ada 2 pilihan. Yang pertama adalah melakukan kultur darah, urin, pungsi lumbar, dan pemberian antibiotik di rumah sakit. Pilihan kedua adalah melakukan kultur urin dan observasi tanpa pemberian antibiotik, kecuali jika hasil kultur diketahui positif. Apapun pilihan yang diambil, evaluasi follow-up harus dilakukan dalam waktu 24-48 jam.2,3 Keputusan untuk melakukan observasi di rumah atau rumah sakit kembali lagi pada kemampuan orang tua melakukan observasi dengan cermat, kemudahan akses pelayanan kesehatan, dan terjaminnya follow-up.
Antibiotik yang dipilih sama dengan kelompok usia < 28 hari.3
Anak 3-36 bulan
Pada kelompok usia ini, yang pertama dilakukan adalah mengelompokkan apakah demam si anak < 390C atau ≥ 390C.2,3,6
- Demam < 390C
Yang harus dilakukan adalah pengambilan riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik yang teliti untuk mencoba mencari penyebab demam.2 Umumnya tidak perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium dan pemberian antibiotik jika anak tampak baik-baik saja, cukup diberikan antipiretik. Namun orang tua atau caregiver harus membawa anak kembali jika demam terus berlanjut dalam 2-3 hari atau jika kondisi anak memburuk.
- Demam ≥ 390C
Rekomendasi terbaru untuk kelompok ini adalah:2,3,6
- Kultur urin pada semua anak < 2 tahun yang diresepkan antibiotik
- X-ray dada pada anak dengan sesak napas, laju napas yang cepat, ronkhi (bunyi tidak normal saat diperiksa dengan stetoskop), bunyi napas yang menurun, atau saturasi oksigen (dengan oksimeter) < 95%. Juga pada anak tanpa gejala tersebut yang memiliki leukosit > 20.000/mm3
- Kultur feses jika ada lendir atau darah pada feses, atau ada > 5 leukosit per LPB pada pemeriksaan feses mikroskopis
- Kultur darah
Ada beberapa pendapat mengenai hal ini. Pendapat pertama adalah melakukan kultur darah pada semua anak dengan demam ≥ 390C. Pendapat kedua adalah melakukannya hanya pada anak dengan demam ≥ 390C dan leukosit > 15.000/mm3. Pendapat ketiga melakukannya hanya pada anak dengan demam ≥ 390C dan leukosit > 18.000/mm3. Sedangkan pendapat yang cukup baru menekankan pada jumlah neutrofil (salah satu jenis leukosit, terdiri atas bentuk batang dan segmen). Jika neutrofil ≥ 10.000/mm3, baru dilakukan kultur darah.
- Pemberian antibiotik
Antibiotik diberikan dengan kriteria yang sama seperti penentuan perlu tidaknya kultur darah. Pemberian antibiotik juga dapat dipertimbangkan jika orang tua atau caregiver tidak dapat diandalkan untuk melakukan evaluasi follow-up.
Antibiotik yang dipilih adalah ceftriaxone, 50 mg/kg/hari dalam dosis tunggal atau cefuroxime, 150-200 mg/kg/hari dalam dosis yang dibagi setiap 6-8 jam.
- Follow-up dalam 24-48 jam
Untuk melihat algoritma penanganan demam tanpa penyebab yang jelas pada anak < 3 tahun, mohon merujuk pada sumber nomor 2.
Sumber :
- Finkelstein JA, Christiansen CL, Platt R. Fever in Pediatric Primary Care: Occurrence, Management, and Outcomes. PEDIATRICS Vol. 105 No. 1 Supplement January 2000, pp. 260-266. Available from http://pediatrics.aappublications.org/cgi/content/full/105/1/S2/260 [1]
- Luszczak M. Evaluation and Management of Infants and Young Children with Fever. AFP Vol. 64/No. 7 (October 1, 2001). Available from http://www.aafp.org/afp/20011001/1219.html [2]
- Brook I. Unexplained Fever in Young Children: How to Manage Severe Bacterial Infection. BMJ 2003;327:1094-1097 (8 November). Available from http://bmj.bmjjournals.com/cgi/content/full/327/7423/1094 [3]
- Baraff LJ. Management of Fever without Source in Infants and Children. Ann Emerg Med. 2000 Dec;36(6):602-14. Available from http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/query.fcgi?cmd=Retrieve&db=pubmed&dopt=Abstract&list_uids=11097701 [4]
- Evidence based clinical practice guideline for fever of uncertain source in children 2 to 36 months of age. Cincinnati (OH): Cincinnati Children’s Hospital Medical Center; 2003 Oct 27. 12 p. Available from http://www.guideline.gov/summary/summary.aspx?doc_id=5613&nbr=3783 [5]
- Park JW. Fever without Source in Children. Vol 107 / No 2 / February 2000 / Postgraduate Medicine. Available from http://www.postgradmed.com/issues/2000/02_00/park.htm [6]
Oleh : dr. Nurul Itqiyah H
KEJANG DEMAM
Kejang bisa didahului demam atau tanpa demam.
Demam bisa disebabkan infeksi atau non-infeksi
1. kejang tanpa demam = mengarah ke epilepsy
2. kejang didahului demam, kemungkinan :
a. kejang demam
-sederhana : kejang didahului demam, 1x dalam 24 jam, <15
menit, kejang umum (kelojotan, mata mendelik keatas jadi terlihat putihnya
saja) bukan disebabkan oleh infeksi di dalam otak atau gangguan elektrolit,
usia 6 bulan - 5 tahun
-kompleks : bila tidak memenuhi syarat kejang demam
sederhana (>15 menit, >1x/24 jam, kejang setempat/fokal mis.kaki saja,
tangan saja)
b. bukan kejang demam : ada tanda infeksi otak atau gangguan
elektrolit (meningitis, ensefalitis)
Jadi bila ada kejang :
1. tentukan ada demam atau tidak
2. bila dengan demam maka lihat apakah kejangnya masuk criteria kejang demam
sederhana? Caranya : Disingkirkan dahulu ada infeksi otak / tidak
(meningitis/ensefalitis). Bila tidak ada tanda-tanda infeksi
meningitis/ensefalitis dan gangguan elektrolit (misal diare berat) kemudian
cocokkan apakah dengan kriteria kejang demam sederhana bila sesuai maka
masuk diagnosis kejang demam sederhana
3. kemudian cari penyebab demam dan ditatalaksana demam sesuai penyebabnya.
Semoga membantu
-anto-
============
punya anak lagi, blm tentu sama dengan kakaknya.hm... semoga g pernah KD. klopun KD, insyaallah udah tau ilmunya. tapi ttp aja was was
Rabu, 21 Oktober 2009
Demi memberi ASI sampai 2 tahun : Saya Menyusui saat Hamil
Syukurlah, kehamilan ketiga nyaris tidak ada keluhan. So, masalah saya hanya bagaimana menyapih Fella. Tapi hingga minggu ketiga kehamilan terungkap saya tetap tidak berhasil. Saya pun mulai mencari literatur untuk mencari tahu secara ilmiah apa yang harus saya lakukan. Antara sedih harus menyapih dan kuatir janin yang saya kandung kurang gizi. Walaupun selama tiga minggu masa “bingung” saya makan protein 2 kali lipat biasanya, dengan asumsi ada 2 makhluk yang bergantung nasibnya pada makanan yang saya makan.
Alhamdulillah, Allah menolong saya. Menurut satu literatur moderen yang bicara tentang manajemen laktasi, saya sama sekali tidak perlu menyapih Fella. Katanya “Alam sudah mengatur untuk mendahulukan nutrisi janin, kemudian bahan baku ASI, baru memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh Ibu. Jadi kalo ibu baik-baik saja, tidak pusing dan lemas, atau menunjukkan tanda malnutrisi lain, tidak ada salahnya untuk menyusui saat hamil. Meski ini bukan kondisi ideal untuk hamil.” Bahkan literatur itu juga menyatakan, “Setelah bayi lahir, kakaknya tetap harus disusui sampai 2 tahun secara tandem dengan selalu mendahulukan kebutuhan ASI adik bayi.”
Saya pun sujud syukur, bahagia sekali rasanya bisa keluar dari dilema ini tanpa rasa bersalah. Dengan berucap Bismillah, saya berjanji untuk tetap menyusui Fella hingga 2 tahun apapun yang terjadi, dan menitipkan nasib janin di kandungan pada Allah. Saya juga mulai makan teratur dan buanyak karena mudah lapar. Juga minum suplemen vitamin, tambah darah dan kalsium. Bahkan saking serunya nambah asupan protein Fella sampai kena alergi kulit, karena bunda makan terlalu banyak protein hewani.
Akhirnya Faza pun lahir, katanya bayi cowok nyusu lebih banyak, sempet deg-degan juga. Karena 2 kakaknya cewek semua. Saya hanya satu malam dirawat, begitu pulang hal pertama yang saya lakukan adalah belajar menyusui dua anak sekaligus. Can You imagine…? Menyusui satu bayi sambil bobok miring… sementara kakaknya nangkring di atas tubuh saya… Dengan kondisi jahitan post partum yang masih nyer-nyeran sekali. Ada rasa kuatir ASI tidak cukup, padahal kali ini saya rencana memberi bayi ASI eksklusif 6 bulan.
Segala puji bagi Allah, 6 bulan Faza dapat ASI ekslusif tanpa tambahan apapun, dan Fella 21 bulan masih tetap dapat ASI. Waktu Faza umur 10 bulan, Fella baru disapih. Saya kira bakal kurang penderitaan karena ASI masih disedot Faza. Ternyata tetap saja bengkak, padahal sengaja Faza tidak saya beri makan selama masa menyapih Fella untuk mengurangi derita. Faza sampai gigit puting saya, dia kesal sudah kenyang masih dipaksa menyusu terus.
Kejutan datang lagi. Belum 2 bulan Fella disapih, ternyata saya sudah hamil lagi. Saya benar-benar tidak sempat memikirkan KB, karena saya hanya sekali mensturasi selama menyusui tandem, itu pun waktu saya sedang repot menyapih Fella. Sama sekali tidak terpikir pergi ke bidan untuk KB. Eh koq langsung hamil. Sambil terus menata hati untuk tetap mensyukuri titipan Allah ini, kembali saya menjalani masa hamil sambil menyusui plus merawat 2 batita. Alhamdulillah, kali ini saya benar-benar fit. Bahkan mampu bersepeda dengan Fella bonceng di belakang dan Faza di depan, sampai kandungan yang sudah 6 bulan mentok kursi bayi di stang sepeda.
Semua berjalan begitu cepat, tiba waktunya saya melahirkan. Saat itu fella berumur 2 tahun 10 bulan, dan Faza 18 bulan. Anak ke-4 cowok lagi, Ghazi namanya. Setelah dirawat semalam, di rumah saya harus menyusui dua bayi lagi. Dengan rasa sakit post partum lebih parah dari sebelumnya, kata Bu Bidan kandungan harus istirahat minimal 3 tahun karena perlukaan pasca melahirkan sebelumnya tidak pernah sembuh sempurna. Makanya sakit minta ampun, bukan mules tapi perih rasanya di rahim.
Atas izin Allah Ghazi tumbuh lebih pesat dari Faza waktu seumurnya, mungkin karena faktor genetis, dan mendapat ASI Eksklusif 6 bulan juga. Tetapi Faza sulit disapih dan cukup agresif pada adiknya dibanding Fella, untung Ghazi besar jadi tidak begitu terjajah. Menjelang 3 tahun Faza baru berhasil diberi pengertian dan sedikit tekanan untuk mau disapih. Sekarang Ghazi sudah 2 tahun lebih sebulan, masih belum mau disapih. Padahal saya mulai sibuk membuat tulisan dan terima order terjemahan, jadilah saya menyusui sambil mengetik di depan komputer. Demi memberi ASI apapun akan saya lakukan.
Banyak halangan untuk menyusui saat hamil dan menyusui secara tandem. Baik secara tehnis internal antara saya sebagai bunda dan dua bayi yang sering bersaing dalam menyusu. Maupun secara eksternal, yang sering memberi hambatan psikologis, seperti tulisan kontra di literatur sampai komentar para orang lain yang tidak setuju dan menyalahkan kehamilan yang begitu rapat (Is there anything in the world that can stop Allah SWT from sending a baby to a mother’s womb ? Most precious gift from Heaven even when it come unexpected. All we have to do is saying Alhamdulillah from the bottom of our heart and gladly accept it). Katanya kalau masih menyusui saat bunda hamil lagi akan berakibat buruk bagi bayi dan janin. Tapi kenyataannya, saya tidak mengalami satupun hal negatif yang menurut sejumlah sumber mungkin terjadi saat hamil sambil menyusui.
Masa paling berat dalam menyusui secara tandem adalah waktu salah satu sakit, keduanya pasti akan saling tertular. Saat sakit mereka tidak mau makan, praktis nutrisi hanya dari ASI, padahal semua ibu pasti merasakan betapa sulit menelan makanan saat buah hati sakit. Untunglah daya tahan tubuh ketiga balita saya kuat, penyakit paling lama menyerang 3 sampai 4 hari. Saya tidak pernah memberi ketiga batita saya antibiotik selama pemberian ASI, kecuali sekali saat Fella dan Ghazi terkena radang saluran telinga. Bahkan Faza belum pernah sekalipun hingga detik ini menelan antibiotik. Obat herbal adalah senjata saya. Berkat rahmat Allah, dengan ASI ketiga batita saya tumbuh sehat dan cerdas.
Teman-teman para bunda yang saya cintai, asal ada niat kuat tidak ada alasan untuk berhenti memberi bayi ASI sebelum 2 tahun. Karena ASI adalah syurga pertama yang dapat kita berikan pada buah hati di Golden Agenya. Semua literatur yang saya baca bahkan Kitab Al Qur’an sendiri menyerukan untuk memberi ASI hingga 2 tahun. Karena saat itulah otak berkembang paling pesat hingga 80% dari total massanya saat dewasa dan ASI dengan segala keistimewaannya adalah bahan baku terbaik untuk membangun otak. Sadarilah bahwa syurga di bawah telapak kaki ibu bukan barang gratisan, hanya bunda yang mau mensyurgakan anak-anaknya berhak atas syurga ditelapak kakinya. Sekarang semua sarana sudah tersedia lengkap untuk mendukung pemberian ASI, bahkan saat bunda harus pergi kerja. Apa masih ada alasan yang pantas diterima untuk tidak memberi ASI ???
Minggu, 18 Oktober 2009
Naufal 17 bulan
naufal uda 17 bulan, abis imunisasi polio (tetes) n DPT, HIB (combo). udah request yang g pake panas. tapi tetep aja panas.hikss... beratnya udah 10 kg,alhamdulillah.... imunisasinya d dr Tatang, Klinik Permata Hati.
tapi, naufal skrg kurus lagee... lagi GTM, rewel, plus g mau tidur. huhuhuhuhu...... knapa y? hoaaa......
Naveed 1 bulan
woahahahahaha.... ini postingan perdananya adek naveed yang caem (iya? iya? iya?)
perkenalan duluu.... dek naveed lahir di Mataram, tanggal 10 september 2009 di klinik Permata Hati. dokter yang nanganin, dr. Rusdhy, secara cesar, BB 3,3kg, panjang 52cm
kmarin, naveed imunisasi BCG, di timbang beratnya udah 4,5kg. berarti naik 1,2 kg.betul?? alhamdulillah... tandem nursingnya lancar jaya. insyaallah ASI ibu mencukupi buat mas naufal n dek naveed. aameen.... hambatan tandem nursing cuma masalah yg udah ada sejak lama. tak lain dan tak bukan adalah, mas naufal yang rewelnya naudzubillah tiap malam hiks... ah... nak.. kapan kamu sembuh???
sekian dulu ya... postingan selanjutnya menyusul
Sabtu, 17 Oktober 2009
Kalau anak Mogok Makan (GTM)
Biasa deh, seneng bahas soal GTM. Kebetulan aku emang suka bantuin jawab kalo ada masalah soal GTM di milis-milis.
Nah, gak sengaja aku nemu lagi nih di arsip milis jawabanku tentang GTM (arsip milis tanggal 15 Maret 2009). Pengen aku share buat semua ahhh...
So, aku copas aja disini ya
OK, happy reading
---------------------------------------------------------
- apakah UHT bisa bikin anak ga selera makan? perlukah diganti dengan sufor
biasa lagi?
>>>
kalo bisa jangan mengandalkan sufor ataupun uht
kebanyakan minum susu bikin anak merasa kenyang
apalagi sufor kan tdk mudah dicerna, jadinya mereka malas makan
udah keburu kenyang perutnya sama sufor
- katanya anak ga akan membiarkan dirinya kelaparan, apakah dengan seharian
tidak memberinya susu dia akan mau makan?
>>>>
bisa saja
berikan saja susu secukupnya, 1-2 gelas sehari
btw, mom masih memberikan ASI? kalo iya, cukup ASI saja
ASI tdk akan membuat anak kekenyangan karena ASI,
jadi anak (batita) tetep bisa merasa lapar
maksudku, anak umur 16 bulan udah ngerti dengan konsep "kalo lapar harus makan",
>>>>
bukan masalah ngerti ga ngerti
konsep itu kan kita yg menciptakan
tapi anak-anak sejak lahir secara natural sudah punya naluri untuk itu
itu memang sudah insting alami makhluk hidup kan?
Nah, justru kita kadang yang sering bikin anak2 ga kenal insting alami ini
Jadi anak2 dulunya waktu masih bayi kita udah jejali berbagai menu makanan
jadwal makannya sehari begitu padat,
padahal mungkin saja kebutuhannya tdk sebanyak yg sudah kita jadwalkan
anak tdk diberi kesempatan utk kenal rasa lapar
Nah periode GTM sebenarnya adalah sarana anak belajar mengenal rasa lapar
hehehe...ini mungkin teori asal2an dari saya
mohon maaf kalo salah ato tdk berkenan
dulu sekali, saya ingat punya seorang teman di US yg anaknya hobi GTM
saat datang ke DSA, tahu jawaban DSAnya? cuma begini
"biarkan aja, jgn diberi susu, nanti kalo lapar kan dia pasti minta makan"
so simple...
kitalah yg membuatnya rumit
karena memikirkan bagaimana anak tdk makan apa2 seharian
memikirkan bagaimana kalo anak jadi sakit, kurang gizi, dsb..
hehehe...ini ciri khas kita sebagai ortu kan? khawatiran..
Nah, setiap anak2 saya GTM
pedoman saya cuma satu, inget2 kata DSA temen saya itu
Jadi, saya cuma biarkan anak ga makan
kejam? ga juga...
kan itu ajang latihan buat anak
kalo mereka ga pernah tahu rasanya dibiarkan ga makan,
kalo mereka ga dibiarkan tahu rasanya lapar dg ga makan,
bagaimana mereka bisa tahu dan punya kesempatan utk tahu rasanya lapar?
So...anak2 saya sering puasa kalo sedang GTM...
hahahahaha...**hush...ga boleh lebar2**
Falda (23 bln), sejak 9 bln-an sudah bolak balik ngalamin GTM
tapi ya ga murni GTM
yg ditolak paling cuma makanan utama
selebihnya masih doyan cemilan2
masih mau sayur buah ato cemilan2 padat
ato kalo memang lagi full GTM, ya beneran ga makan apa2
paling cuma mik ASI, minum air putih
tapi...paling2 dia cuma tahan GTM 2-3 hari
karena setelahnya dia akan balas dendam
mendadak makan banyak, bolak balik ngemil,
minta makanan yg sedang dimakan org, minta disuapin, dsb
rekor anak2 tahan GTM cuma seminggu
biasanya lebih karena sedang sakit ato ga enak badan
makan nasi susah, ngemil ogah, dsb
tapi jgn tanya begitu sembuh, langsung kalapppp...
sebentar2 makan, nyemil, minta makan, dsb
- aku membiarkannya makan sendiri setiap sesi makan, disamping aku menyuapinya
dari samping, e keliatan tertarik, tapi yang masuk tetap aja cuma beberapa
butir nasi di awal, sisanya dibuat main, sedangkan makanan yang disuapiku tidak
masuk.
>>>
masih bagus donk ada yg masuk, itu berarti masih makan
Falda juga begitu kog
Dan buat saya,
kalo udah sukses masuk 1-3 sendok (sendok teh lho), brarti udah makan..
kalo sampe bisa masuk 5-6 sendok, itu bonus
kalo sampe masuk 10 sendok ato lebih, itu baru takjub...
hehehehe
Beneran deh mom, dibikin santai lebih enak
sebisa mungkin jgn paksa2 atau tawarkan berlebihan
anak2 lama-lama akan muak
dan menganggap sesi makan itu sesi yg menyebalkan...
btw, makannya ga dicampur2kan?
Ok mom, smoga ga bingung lagi ya
Maya Siswadi - Bunda 3F
http://bunda3f.blogspot.com