wanita biasa, yg ingin bahagia | Cuma kumpulan kopi paste, mengikat ilmu, kalo lupa tinggal nyari =)


Rabu, 23 Juni 2010

Apakah Balita Perlu Susu Formula Lanjutan?

sumber :

http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/09/08/11392826/apakah.balita.perlu.susu.formula.lanjutan



*JAKARTA, KOMPAS.com —* Pemberian air susu ibu (ASI) selama dua tahun

merupakan pondasi terbaik untuk kesehatan bayi. Enzim-enzim yang

terdapat dalam air susu ibu (ASI) sangat dibutuhkan bayi, khususnya


dalam dua tahun pertama perkembangannya..




Namun, setelah si kecil berusia di atas dua tahun, susu apa yang harus

diberikan setelah ASI? Saat ini makin banyak pilihan produk dan merek

susu formula lanjutan untuk bayi berusia di atas satu tahun. Meski

begitu, sebaiknya orangtua harus ekstra hati-hati saat hendak memutuskan


memilih susu formula lanjutan.



Menurut dr Asti Purborini, Sp A, dari Perkumpulan Perinatologi Indonesia


Pusat, orangtua sebaiknya meneliti faktor keamanan pangan dari produk

susu. "Sebaiknya pilih produk aman, misalnya yang tidak mengandung bahan


pengawet. Karena itu, kalau untuk susu, pilihannya adalah susu segar

atau susu UHT (/ultra high temperature/) dan pasteurisasi," katanya.

Selain bebas pengawet, produk susu segar juga lebih murah.



Belajar dari kasus pencemaran susu, baik oleh bakteri /enterobacter

sakazaki/ maupun melamin, penting dipahami oleh para orangtua bahwa susu


formula bayi bukanlah produk yang 100 persen steril. Karena itu, dalam

penggunaan dan penyimpanannya diperlukan perhatian khusus.



Untuk anak berusia dua tahun, pemenuhan gizi anak sebenarnya bisa

dioptimalkan lewat pemberian makanan seimbang. "Berikan anak makanan

yang mengandung karbohidrat, vitamin, protein, dan mineral," kata Ida

Ruslita Amir, SKM, M Kes, dari Persatuan Gizi Indonesia saat ditemui di

acara peluncuran Silaturahmi Ramadhan yang diadakan oleh Frisian Flag,

beberapa waktu lalu.



"Dalam piramida makanan yang dikeluarkan oleh WHO, susu adalah

penyempurna. Jumlah yang dibutuhkan pun lebih kecil dibanding sayuran


atau karbohidrat,"
papar Rini saat dihubungi *Kompas.com*. Karena itu,

menurut Rini, orangtua tak perlu khawatir bila anak tak mau minum susu

selama kebutuhan nutrisinya sudah terpenuhi dari makanan.



"Ibu-ibu zaman sekarang lebih panik bila anaknya tak mau minum susu,

tapi tenang-tenang saja kalau anaknya susah makan sayur," kata Rini.

Mengenai pemberian makanan kepada anak, Rini menyarankan agar para ibu

membuat makanan sendiri. Selain lebih sehat, bergizi, dan higienis,

tentu saja harganya lebih murah ketimbang membeli makanan instan buatan

pabrik.